Senin, 05 JANUARI 2026 • 14:40 WIB

Tragedi Militer: 32 Tentara Kuba Tewas dalam Misi Penangkapan Maduro

Author

Tragedi Militer: 32 Tentara Kuba Tewas dalam Misi Penangkapan Maduro

Kuba mengonfirmasi bahwa 32 warganya tewas saat menjalankan misi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di Caracas.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa banyak warga Kuba menjadi korban dalam operasi yang berlangsung baru-baru ini.

Pernyataan Resmi dari Kuba

Havana mengumumkan rencana untuk dua hari berkabung pada 5 dan 6 Januari sebagai bentuk penghormatan bagi para tentara yang gugur.

Pemakaman bagi mereka yang meninggal akan segera diatur, mengindikasikan kepedihan yang mendalam atas kehilangan tersebut.

Agensi Prensa Latina yang dikelola pemerintah menyebut para tentara tersebut sebagai 'pejuang' yang terlibat dalam misi untuk mendukung militer Venezuela atas permintaan resmi dari pemerintah Caracas.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Detail Operasi Militer dan Akibatnya

Laporan menyebutkan bahwa tentara Kuba yang terlibat dalam operasi militer tersebut mengalami kehilangan baik dalam pertempuran langsung maupun akibat pemboman ke fasilitas yang diserang oleh pasukan AS.

Strategi perlawanan yang sengit dilakukan oleh tentara Kuba, yang berusaha mempertahankan dukungan mereka terhadap Venezuela.

Sejak lama, Kuba dikenal sebagai sekutu dekat Venezuela, mengirimkan pasukan militer dan polisi untuk membantu operasi di negara tersebut.

Reaksi Pihak Venezuela

Setelah operasi tersebut, Presiden Nicolas Maduro dan istrinya dilaporkan telah diterbangkan ke New York untuk menghadapi tuntutan hukum terkait narkoba.

Gambar Maduro dalam keadaan diborgol oleh pasukan AS menjadi sorotan dan memicu kehebohan di masyarakat Venezuela.

Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino, menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan banyak kematian, termasuk di kalangan tentara, warga sipil, dan petugas keamanan Maduro, dengan menyatakan bahwa itu terjadi 'dengan darah dingin'.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU