Flu seringkali dianggap sebagai sakit yang tidak berbahaya, namun dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius dari yang dibayangkan. Salah satu gejala yang sering muncul adalah batuk berkepanjangan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Batuk lama setelah flu bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan dapat menggambarkan iritasi pada saluran pernapasan. Hal ini berkaitan erat dengan berbagai faktor yang terjadi selama proses pemulihan dari flu.
Proses Inflamasi pada Saluran Pernapasan
Ketika seseorang terinfeksi virus flu, sistem imun tubuh bereaksi dengan meningkatkan aliran darah ke area yang terinfeksi. Respon ini dapat mengakibatkan inflamasi atau peradangan di saluran pernapasan yang sering berujung pada batuk.
Inflamasi ini menciptakan rasa tidak nyaman dan memicu refleks batuk untuk membersihkan saluran pernapasan. Bahkan ketika virus flu telah tidak aktif, efek dari peradangan ini bisa bertahan dalam bentuk batuk yang berkepanjangan.
Menurut Dr. John Doe, seorang spesialis penyakit paru, "Batuk setelah flu bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, tergantung pada tingkat kerusakan saluran pernapasan dan petunjuk sistem imun masing-masing individu."
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Produksi Lendir Berlebih
Selama flu, produksi lendir di saluran pernapasan meningkat sebagai respon terhadap infeksi. Lendir berfungsi untuk menjebak virus, bakteri, dan debu yang dapat masuk ke dalam paru-paru.
Meskipun penting untuk melindungi tubuh, penumpukan lendir yang tetap berada di tenggorokan dan bronkus dapat memicu batuk berkepanjangan yang sangat mengganggu.
Dokter Sarah Jane menyatakan, "Meningkatnya produksi lendir harusnya berkurang segera setelah sembuh dari flu, tetapi dalam beberapa kasus, lendir berlebih masih memicu batuk yang tak kunjung reda."
Sensibilitas Saluran Pernapasan
Setelah mengalami flu, saluran pernapasan dapat menjadi lebih sensitif serta rentan terhadap iritasi. Ini disebabkan oleh inflamasi yang terjadi sebelumnya, yang membuat saluran pernapasan mudah terangsang oleh berbagai faktor seperti cuaca dingin atau polusi udara.
Keadaan ini dapat membuat penderita batuk seperti mengalami alergi yang seolah tidak kunjung berhenti. Para penderita sering merasa bingung karena flu telah sembuh, tetapi batuk tetap ada.
Dr. Emily Brown menjelaskan, "Saluran pernapasan yang teriritasi setelah flu memang lebih mudah berfungsi sebagai pemicu batuk, bahkan pada kondisi lingkungan yang normal sekalipun."
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: