Olahraga merupakan elemen penting dalam menjaga kesehatan fisik, tetapi berolahraga dalam kondisi dehidrasi bisa memberikan dampak negatif serius bagi tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan dan mengganggu performa atletik.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Memahami efek dehidrasi saat berolahraga sangatlah penting. Pihak medis mendorong individu untuk selalu menjaga hidrasi sebelum, selama, dan setelah melakukan aktivitas fisik.
Mengenal Dehidrasi dan Dampaknya
Dehidrasi terjadi ketika tubuh mengalami kehilangan cairan yang lebih besar dibandingkan dengan asupan cairan. Hal ini dapat mengganggu metabolisme dan berpotensi menimbulkan dampak serius pada fungsi organ vital.
Gejala awal dari dehidrasi sering kali terlihat dalam bentuk rasa haus, mulut kering, serta menurunnya tingkat energi. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Dalam konteks olahraga, dehidrasi dapat memengaruhi kekuatan, daya tahan, serta koordinasi. Penurunan sekecil 1-2% dari total berat tubuh dapat berimplikasi negatif terhadap performa atlet.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Risiko Kesehatan Saat Berolahraga Dalam Keadaan Dehidrasi
Berolahraga saat tubuh mengalami dehidrasi dapat menyebabkan kram otot yang menyakitkan dan mengganggu aktivitas. Kram ini sering terjadi karena kurangnya elektrolit yang penting untuk kontraksi otot.
Lebih parah lagi, dehidrasi yang ekstrem dapat menyebabkan pusing atau bahkan pingsan. Ini disebabkan karena penurunan volume darah yang berdampak pada penurunan tekanan darah.
Dalam beberapa kasus, dehidrasi parah dapat berkembang menjadi heat stroke, suatu kondisi serius yang disebabkan oleh suhu tubuh yang sangat tinggi.
Cara Mencegah Dehidrasi Saat Berolahraga
Langkah pertama dan utama untuk mencegah dehidrasi adalah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, baik sebelum, selama, maupun setelah berolahraga. Minum air dalam jumlah yang cukup merupakan suatu keharusan.
Selain itu, penting untuk mengonsumsi elektrolit seperti natrium dan kalium yang dapat membantu mengembalikan mineral yang hilang saat berkeringat. Minuman olahraga bisa menjadi salah satu alternatif dalam hal ini.
Mengatur waktu serta intensitas olahraga juga sangat penting, terutama saat berada di cuaca panas. Melakukan aktivitas fisik di pagi atau sore hari ketika suhu lebih sejuk adalah pilihan yang lebih bijak.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: