Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 16:38 WIB

Respon Wali Kota Surabaya Terkait Kasus Pengusiran Nenek Elina di Dukuh Kuwukan

Author

Respon Wali Kota Surabaya Terkait Kasus Pengusiran Nenek Elina di Dukuh Kuwukan

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus dugaan pengusiran paksa terhadap Nenek Elina Widjajanti (80) yang terjadi di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Eri menegaskan bahwa kasus ini berada dalam penanganan pihak kecamatan dan Polda Jawa Timur, serta berencana membentuk satgas antipreman untuk meningkatkan pengawasan di kawasan tersebut.

Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang

Eri Cahyadi menginformasikan bahwa pengusiran Nenek Elina telah menarik perhatian masyarakat, dengan respons cepat dari pemerintah. Dia menegaskan bahwa dugaan keterlibatan organisasi masyarakat dalam kasus ini harus ditindaklanjuti secara serius.

Dalam pernyataannya, Eri menyebutkan, "Kalau ada kegiatan yang kemarin viral terkait nenek yang dilakukan (pengusiran) oleh ormas maka di Surabaya ini akan kita bentuk satgas antipreman." Pembentukan satgas ini akan melibatkan TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya.

Tujuan dari bentuk satgas ini adalah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Eri juga menambahkan, "Kejadian ini sudah ditangani Polda, dan insyaallah saya akan datang langsung ke Polda Jatim agar menjadi atensi."

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Pentingnya Persatuan di Masyarakat

Eri Cahyadi menekankan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap warga, terutama yang menyasar lansia, adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Dia menyatakan, "Kalau sampai seorang nenek itu dilakukan seperti itu, tetapi yang pasti warga Surabaya, kita jangan pernah terpecah belah."

Lebih lanjut, Eri menegaskan pentingnya persatuan di Surabaya yang tidak memandang latar belakang suku. Ia mengingatkan, "Kita ini warga Surabaya, mau suku apa pun semuanya ada di Surabaya. Surabaya tidak mengenal suku. Harus saling menjaga."

Pernyataan Eri juga menyoroti komitmen pemerintah untuk menjaga keamanan. Dia menambahkan, "Gak oleh mbujuki wong Suroboyo, gak oleh nipu wong Suroboyo, gak oleh berbuat semena-mena terhadap orang Surabaya."

Ajakan untuk Bersatu Melawan Kejahatan

Wali Kota juga menyerukan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melawan tindakan premanisme. Ia mengajak semua warga untuk berani melawan tindakan semena-mena, dengan tetap mematuhi hukum yang berlaku.

Eri menyatakan, "Kalau ada yang seperti itu, ya, kita lawan bareng-bareng." Hal ini menunjukkan harapannya akan kerjasama antara pemerintah dan warga untuk menangani kejahatan.

Dia mengingatkan bahwa penegakan hukum harus berlangsung tanpa mengorbankan ketentraman masyarakat, "Hukum tidak boleh berhenti, tetapi jangan sampai terjadi benturan antarsesama warga Kota Surabaya."

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU