Jumat, 26 DESEMBER 2025 • 14:35 WIB

Penemuan Arkeologis Penting di Hidalgo, Meksiko: Piramida Kuno Ditemukan Saat Proyek Jalan

Author

Penemuan Arkeologis Penting di Hidalgo, Meksiko: Piramida Kuno Ditemukan Saat Proyek Jalan

Sebuah piramida kuno ditemukan secara tidak sengaja di tengah proyek pembangunan jalan di Hidalgo, Meksiko, mengejutkan banyak pihak dan menambah kekayaan sejarah wilayah tersebut.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Penemuan ini juga menghadirkan artefak bersejarah yang memberikan wawasan lebih dalam tentang peradaban pra-Hispanik di Meksiko.

Detail Penemuan

Piramida kuno tersebut ditemukan pada bulan Juni 2024 saat pembangunan jalur ketiga di jalan raya federal di Hidalgo, Meksiko timur-tengah.

Para arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) segera melakukan penyelidikan setelah penemuan ini dilaporkan.

Tim arkeologi menggunakan pesawat nirawak untuk melakukan survei area dan mengumpulkan 155 sampel, termasuk potongan keramik, peralatan batu, dan cangkang hewan.

Artefak yang ditemukan telah dibawa ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut selama beberapa bulan.

Ukuran dan Signifikansi Piramida

Otoritas arkeologi telah menyetujui pembangunan tembok besar di sekeliling piramida, yang memiliki ukuran panjang 43 meter dan tinggi 11,7 meter.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa piramida ini adalah bagian dari pemukiman pra-Hispanik yang dikenal sebagai San Miguel.

Dari hasil penelitian, piramida ini diperoleh dari periode Epiklasik (650-950 M) dan periode Pascaklasik Akhir (1350-1519 M).

Wilayah ini sebelumnya berdaulat di bawah kekuasaan Metzca, yang menurut INAH meninggalkan jejak multietnis hingga abad ke-16 M.

Teknologi LiDAR dan Penemuan Sejarah

Pentingnya teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) dalam arkeologi sangat signifikan, digunakan untuk mengungkap banyak penemuan baru di kawasan ini.

Teknologi ini menggunakan sinar laser untuk mendeteksi bentuk dan karakteristik objek yang mungkin tersembunyi di bawah vegetasi atau tanah.

Sebagai contoh, pada tahun 2023, INAH juga menerapkan LiDAR untuk mengungkap jejak jalan raya sepanjang 18 km yang menghubungkan kota-kota Maya lebih dari 1.200 tahun lalu.

Di Guatemala, teknik yang sama telah mengungkapkan bukti peradaban Maya yang sebelumnya tidak dikenal, dengan 964 pemukiman terhubung oleh jalan kuno sepanjang 177 km.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU