Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengonfirmasi adanya mi kuning yang terdeteksi mengandung formalin di Pasar Kebayoran Lama. Temuan ini menjadi perhatian serius dalam rangka pengawasan keamanan pangan di wilayah tersebut.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menekankan pentingnya tindakan cepat dalam menanggulangi peredaran bahan pangan berbahaya ini. Ia menginstruksikan petugas untuk segera mengecek lokasi distributor untuk mencegah dampak lebih lanjut.
Temuan Mi Kuning Berbahaya
Dari hasil pengawasan yang dilakukan di Pasar Santa, terungkap bahwa mi kuning mentah yang terkontaminasi formalin berasal dari Pasar Kebayoran Lama. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, untuk memastikan keamanan pangan di wilayah tersebut.
Anwar menegaskan, "Mi kuning mentah ada yang terindikasi mengandung zat berbahaya. Kebetulan pemasok mi tersebut berasal dari Pasar Kebayoran Lama," dalam pernyataan resmi di Pasar Santa. Tindakan ini diharapkan dapat mencegah peredaran produk pangan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Koordinasi dan Tindakan Selanjutnya
Dalam rangka menanggulangi permasalahan ini secara menyeluruh, Wali Kota Anwar berkoordinasi dengan petugas dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Ia menyatakan, "Saya telah menginstruksikan petugas untuk segera mengecek lokasi distributornya hari ini agar peredarannya tidak meluas ke mana-mana."
Apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum dalam kasus ini, Anwar menegaskan bahwa tindakan akan dilanjutkan dengan pelaporan ke pihak kepolisian. "Jika ditemukan unsur pidana, kami akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian," ujarnya.
Pengawasan Pangan oleh Dinas Terkait
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menerangkan bahwa pengawasan difokuskan pada bahan pangan berbahaya seperti formalin, boraks, metanil yellow, dan rhodamin B. Ia mengatakan, "Kami juga didampingi pengawas pangan dari Kepolisian…".
Program pengawasan yang dilaksanakan oleh Sudin KPKP tahun ini mencakup 28 pasar di sepuluh kecamatan se-Jakarta Selatan. "Target kami adalah untuk memanen 728 sampel, terdiri dari 616 sampel pertanian dan 112 sampel peternakan," jelasnya, menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: