Investigasi Kematian Tragis Anak Petinggi PKS di Cilegon: Polres Mengonfirmasi Kasus Pembunuhan
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kematian seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Cilegon tidak terkait dengan perampokan, melainkan diduga sebagai kasus pembunuhan.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Korban yang diketahui bernama MAHM merupakan anak bungsu dari Maman Suherman, anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon.
Detail Kasus dan Penyelidikan
Polres Cilegon telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi dan mengamankan barang bukti termasuk rekaman CCTV dari area kejadian.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menjelaskan, 'Dugaan sementara untuk kasus ini adalah dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit.'
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari kediaman Maman Suherman.
Pernyataan dari Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, melalui pesan WhatsApp menegaskan, 'Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang.'
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Kronologi Kejadian
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban menerima panggilan darurat dari anak keduanya yang meminta bantuan.
Mengetahui situasi tersebut, Maman Suherman segera meninggalkan tempat kerjanya di Ciwandan untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Maman mendapati anaknya tergeletak dengan tubuh bersimbah darah dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Bethsaida, namun korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Dalam kejadian tersebut, hanya terdapat korban dan kakaknya di rumah, sementara Maman dan istrinya sedang bekerja.
Sistem Keamanan dan Kesulitan Penyelidikan
Kamera CCTV di rumah tersebut tidak berfungsi pada saat kejadian, mengakibatkan hilangnya petunjuk penting yang dapat membantu penyelidikan.
CCTV dikonfirmasi rusak selama dua minggu sebelum insiden, yang menjadi salah satu kendala signifikan bagi kepolisian dalam mengumpulkan bukti tambahan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta-fakta lain yang relevan dalam kasus kematian korban.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: