Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 14:07 WIB

Tanggapan Menteri Keuangan Terhadap Proyeksi Defisit APBN oleh Bank Dunia

Author

Tanggapan Menteri Keuangan Terhadap Proyeksi Defisit APBN oleh Bank Dunia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons terhadap proyeksi Bank Dunia yang menyatakan bahwa defisit APBN Indonesia akan melebar dalam beberapa tahun ke depan. Dalam laporan terbarunya, Bank Dunia memprediksi defisit APBN pada 2025 dapat mencapai 2,8 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Purbaya menanggapi skeptis proyeksi tersebut dan menyatakan bahwa kontrol atas defisit sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Ia menekankan bahwa realisasi defisit APBN sangat tergantung pada kemampuan Kementerian Keuangan dalam mengendalikan belanja negara.

Proyeksi Bank Dunia dan Tanggapan Menteri Keuangan

Dalam laporan 'Indonesia Economic Prospects' (IEP), Bank Dunia memprediksi bahwa defisit APBN Indonesia pada 2025 bisa mencapai 2,8 persen dari PDB. Menghadapi prediksi ini, Purbaya menyampaikan, "Ya, suka-suka dia (Bank Dunia). Prediksi boleh, enggak prediksi juga enggak apa-apa, tapi kan selama ini juga sering meleset ... Anda jangan terlalu percaya World Bank!".

Purbaya menyoroti fakta bahwa pengendalian APBN adalah tanggung jawab pemerintah, bukan pasar. Beliau menuturkan, "Melebar atau tidaknya defisit akan sangat bergantung pada kepiawaian Kementerian Keuangan dalam mengendalikan belanja."

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Kemampuan Pemerintah dalam Meningkatkan Pendapatan

Menteri Keuangan juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan negara. Pendapatan ini, menurutnya, dapat bersumber dari pajak, bea dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Purbaya menjelaskan bahwa proyeksi yang dibuat oleh Bank Dunia tidak mempertimbangkan potensi perbaikan yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Ia menyebut pernyataannya, "Jadi, yang dilakukan oleh World Bank adalah prediksi dalam keadaan seperti sekarang ...," menekankan bahwa kondisi saat ini berbeda dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data Realisasi dan Proyeksi Anggaran

Berdasarkan laporan realisasi anggaran hingga 30 November 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp560,3 triliun, setara dengan 2,35 persen dari PDB. Dalam hal ini, Undang-Undang APBN 2025 memperbolehkan defisit hingga 2,78 persen, yang ekuivalen dengan Rp662 triliun.

Purbaya menekankan pentingnya pengendalian belanja untuk menjaga stabilitas defisit anggaran, menegaskan, "Artinya, (defisit) bisa aja melebar, bisa saja enggak. Tergantung kebutuhan kita, tapi saya yakin kita akan kendalikan di level yang masih berkesinambungan ke depannya."

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU