Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 19:36 WIB

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan Kesehatan Mental di Era Digital

Author

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan Kesehatan Mental di Era Digital

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin mengakar di tengah masyarakat modern, khususnya dalam era digital yang serba cepat. Tekanan sosial untuk terus mengikuti tren dan gaya hidup orang lain dapat mengganggu kesehatan mental individu.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi individu untuk mengembangkan cara hidup yang lebih tenang dan sadar. Dengan kesadaran penuh, seseorang dapat membebaskan diri dari FOMO dan menikmati kehidupan dengan lebih berarti.

Memahami FOMO dan Dampaknya

FOMO adalah istilah yang merujuk pada kecemasan yang dialami seseorang ketika merasa tertinggal dari momen atau pengalaman yang menarik. Gejala ini sering kali dipicu oleh media sosial yang terus memamerkan kehidupan ideal orang lain.

Dampak dari FOMO tidak hanya terbatas pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan sosial dan keputusan hidup. Individu yang terjebak dalam siklus ini cenderung mengukur kebahagiaan mereka berdasarkan apa yang dilihat di media sosial.

Langkah-Langkah Mengatasi FOMO

Untuk mengatasi FOMO, penting bagi individu untuk meningkatkan kesadaran diri. Menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang unik dapat membantu mengurangi rasa cemas akan pengalaman orang lain.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Mengurangi waktu yang dihabiskan di media sosial juga merupakan langkah yang efektif. Studi menunjukkan bahwa batasan penggunaan media sosial dapat mengurangi stres dan meningkatkan kebahagiaan.

Terlibat dalam aktivitas yang meningkatkan keterhubungan dengan diri sendiri, seperti meditasi atau olahraga, juga dapat membantu individu merasa lebih tenang dan puas dengan kehidupan mereka.

Mengadopsi Mindfulness dalam Kehidupan Sehari-hari

Mindfulness, atau kesadaran penuh, merupakan teknik yang dapat membantu individu lebih hadir dalam momen ini. Dengan menerapkan mindfulness, seseorang dapat lebih fokus pada aktivitas saat ini daripada terpengaruh oleh kehidupan orang lain.

Praktik mindfulness, seperti teknik pernapasan atau yoga, telah terbukti dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental secara keseluruhan. Hal ini akan membantu individu merasakan kebahagiaan dalam hal-hal kecil.

Membangun lingkaran sosial yang positif dan suportif juga penting. Hubungan yang sehat akan memfasilitasi dukungan emosional dan mengurangi tekanan untuk selalu berkompetisi dalam apa yang dilihat di media sosial.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU