Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 10:50 WIB

Dewan Ekonomi Nasional Dorong Penelitian Bawang Putih di Perguruan Tinggi

Author

Dewan Ekonomi Nasional Dorong Penelitian Bawang Putih di Perguruan Tinggi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengimbau perguruan tinggi di Indonesia untuk fokus pada penelitian peningkatan produktivitas bawang putih lokal.

Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Ia menekankan pentingnya kualitas bibit yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim dalam mendukung produksi bawang putih di tanah air.

Permintaan Penelitian dari Perguruan Tinggi

Dalam pernyataannya di acara yang berlangsung di Solo, Luhut mengharapkan agar universitas seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gajah Mada (UGM) turut memberikan kontribusi dalam penelitian bawang putih.

Ia menekankan bahwa riset tersebut harus berfokus pada kualitas dan kemampuan bibit bawang putih untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

Lebih lanjut, Luhut mendorong lembaga pendidikan tinggi di kawasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk budidaya bawang putih.

Ia menegaskan, "Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, misalnya, studi tanah-tanah ketinggian seribu meter yang cocok untuk bibit bawang putih."

Penelitian Mandiri Luhut di Danau Toba

Luhut juga menjelaskan bahwa ia telah melakukan penelitian mandiri dengan menggunakan metode genome sequencing untuk mencari varietas baru bawang putih.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Penelitian tersebut dilaksanakan di Danau Toba pada ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut, dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh dirinya sendiri.

Dalam keterangannya, Luhut mengungkapkan, "Nggak mahal-mahal. Uang kantong saya sendiri kok, paling kuat berapa. Ada profesor-profesor muda kita yang bisa."

Hal ini menunjukkan komitmennya dalam upaya meningkatkan produktivitas bawang putih lokal di Indonesia.

Potensi Ekonomi dari Peningkatan Produktivitas

Menurut Luhut, hasil riset yang telah dilakukan menunjukkan perkembangan positif dengan ditemukannya varietas bibit bawang yang lebih produktif.

Ia menilai bahwa peningkatan produktivitas bawang putih dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, yang saat ini memakan biaya sekitar US$770 juta atau setara Rp12,8 triliun.

Lebih lanjut, Luhut mengklaim, jika pengurangan impor dapat dilakukan hingga 50 persen, Indonesia dapat menghemat sekitar 350 juta USD, yang setara dengan hampir Rp5 triliun.

Hal ini menunjukkan pentingnya langkah-langkah konkret dalam meningkatkan produksi bawang putih lokal demi kemandirian pangan.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU