Meta, induk perusahaan Facebook dan Instagram, baru-baru ini memperkenalkan lima tren media sosial yang diperkirakan akan mengubah lanskap bisnis di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, pada tahun 2026.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Dengan meningkatnya transformasi digital, tren ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan berkelanjutan bagi pelaku bisnis yang ingin tetap terhubung dengan pelanggan.
Otomatisasi GenAI
Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya dalam pencarian informasi dan penelitian produk. Pada tahun 2026, peran Gen AI dan otomatisasi diprediksi akan semakin dominan dan memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih personal.
Di Indonesia, 79 persen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah memanfaatkan AI, dengan fokus utama pada pemasaran produk baru dan komunikasi pelanggan. Dengan bantuan AI, bisnis diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Pesan Bisnis dan Agen AI
Aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Instagram DM telah bertransformasi menjadi saluran utama untuk transaksi bisnis. Penggunaan Agen AI dalam aplikasi ini membantu pelanggan berinteraksi dengan lebih efisien, menjawab pertanyaan dasar, dan melakukan pembelian dalam satu percakapan.
Contoh menarik adalah penggunaan chatbot oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui WhatsApp, yang berhasil meningkatkan produktivitas hingga empat kali lipat dengan menyelesaikan 80 persen pertanyaan secara otomatis.
Ekosistem Kreator dan Perdagangan Lintas Batas
Kreator konten saat ini menjadi penggerak utama dalam keputusan belanja konsumen berkat bantuan AI yang mempersonalisasi konten dan memperkirakan tren. Kerjasama antara kreator dan platform, seperti program afiliasi Facebook dengan Shopee, memperkuat potensi penjualan secara real-time.
Asia Pasifik kini menjadi pusat perdagangan internasional, memberikan kesempatan bagi produk halal Indonesia untuk dipasarkan secara global. Dengan infrastruktur digital yang semakin baik, akses konsumen terhadap produk halal bersertifikat dari berbagai negara menjadi semakin mudah.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: