Seorang wanita berusia 31 tahun dari Shanghai, China, mengalami infeksi paru langka setelah rutin mengonsumsi katak mentah. Keluhan batuk berkepanjangan disertai dengan dahak berdarah membawanya ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Gejala mulai muncul beberapa bulan sebelumnya, dengan demam tinggi mencapai 38,3 derajat Celsius. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter mendiagnosisnya mengidap pneumonia eosinofilik, sebuah kondisi pernapasan yang tidak biasa.
Kondisi Awal dan Diagnosis
Pasien mengalami batuk yang muncul 2-3 kali sehari selama sekitar empat bulan sebelum dirawat. Selama bulan sebelumnya, wanita tersebut sempat mengalami demam tinggi yang menetap selama beberapa minggu.
Dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mendiagnosis pneumonia eosinofilik, yang terjadi akibat penumpukan sel darah putih di paru-paru. Penyakit ini jarang terjadi, namun dapat menyebabkan peradangan serius di dalam jaringan paru.
Meskipun telah mendapatkan pengobatan awal dengan steroid untuk mengurangi peradangan, gejala batuk yang diderita pasien belum menunjukkan perbaikan setelah dua bulan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Investigasi Lanjutan dan Penemuan
Setelah CT scan menunjukkan lesi berulang, pasien dirujuk ke rumah sakit lain untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sinilah terungkap kebiasaan makan katak mentah yang digemarinya.
Tes darah mengungkapkan adanya antibodi terhadap larva Spirometra mansoni, sejenis cacing pita yang dapat menyebabkan infeksi parasit sparganosis. Larva ini dapat menular ketika seseorang mengkonsumsi ular atau katak dalam kondisi mentah atau kurang matang.
Setelah tertelan, larva dapat berpindah ke berbagai organ tubuh, dengan kasus ini terjadi di paru-paru, area infeksi yang sangat jarang.
Pengobatan dan Pemulihan
Dokter kemudian meresepkan tablet praziquantel sebagai pengobatan efektif melawan berbagai jenis infeksi parasit. Hanya dalam waktu lima hari, gejala batuk pasien mulai mereda.
CT scan yang dilakukan 20 hari setelahnya menunjukkan bahwa area paru-paru yang terinfeksi mulai mengecil. Pada kunjungan sebulan kemudian, dokter mencatat bahwa batuknya benar-benar hilang.
Kasus ini menunjukkan pentingnya pemahaman akan risiko kesehatan yang ditimbulkan dari konsumsi makanan mentah, terutama yang berasal dari hewan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: