Penyaluran bantuan beras oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Utara menuai sorotan publik. Bantuan yang dijatuhkan dari helikopter tersebut mengalami kerusakan dan berserakan di tanah.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan masyarakat Desa Manalu Purba kecewa menerima bantuan yang tidak layak konsumsi, mengharapkan pengiriman bantuan yang lebih baik dan tepat.
Kondisi Masyarakat yang Terpuruk
Wilayah Tapanuli Utara mengalami dampak serius akibat bencana alam, dengan akses transportasi yang terputus. Masyarakat di Desa Manalu Purba berharap mendapatkan perhatian lebih dari pihak berwenang terkait pengiriman bantuan yang efisien.
Dalam video yang beredar, seorang pria menyatakan kekecewaannya, 'Untuk apa bantuan dibagikan pada kami kalau tidak ada gunanya.' Pernyataan ini menekankan pentingnya kualitas bantuan dalam situasi darurat.
Situasi ini mencerminkan perjuangan masyarakat setempat melawan kelaparan selama beberapa hari. Kekecewaan warga meningkat karena bantuan yang diterima tidak efektif untuk menyelesaikan kebutuhan mendesak mereka.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Metode Pengiriman Bantuan yang Dipertanyakan
Penyaluran bantuan secara udara dilaksanakan karena akses darat yang terputus. Basarin Yunus Tanjung, Ketua Harian Posko Darurat Bencana Pemprov Sumut, menjelaskan keputusan ini sebagai respons terhadap situasi darurat.
Basarin mengungkapkan, 'Harusnya bisa kita pahami juga mana SOP yang normal, mana SOP yang darurat.' Ini menunjukkan bahwa dalam keadaan mendesak, langkah-langkah darurat terkadang diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan.
Walaupun pengiriman melalui udara diakui berisiko mengalami kerusakan, Basarin menegaskan akan dilakukan evaluasi ke depannya untuk memperbaiki proses penyaluran agar lebih efisien dan tepat sasaran.
Tindak Lanjut dan Evaluasi Penyaluran Bantuan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus mengevaluasi metode penyaluran bantuan yang telah dilakukan. Basarin mengaku adanya kemungkinan kerusakan pada bantuan yang dijatuhkan.
'Namun demikian ada satu dua mungkin yang rusak. Itu akan kita perbaiki nanti ke depan,' ujarnya, menekankan pentingnya aksesibilitas bantuan bagi masyarakat yang terdampak.
Dengan evaluasi ini, diharapkan penyaluran bantuan di masa mendatang dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga tidak ada lagi kekecewaan seperti yang dirasakan masyarakat saat ini.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: