Diabesity, istilah yang menggabungkan obesitas dan diabetes tipe 2, kini menjadi perhatian utama dalam dunia kesehatan global.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Penyakit ini tidak hanya bersifat epidemi, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius bagi penderitanya.
Apa itu Diabesity?
Diabesity bukanlah diagnosis resmi, melainkan istilah yang digunakan untuk menjelaskan keadaan di mana seseorang mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 secara bersamaan.
Seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas, diabesity menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kaitan Antara Obesitas dan Diabetes
Obesitas berkontribusi pada pengembangan diabetes dengan memperburuk resistensi insulin di dalam tubuh.
Dalam kondisi ini, sel-sel tubuh menolak insulin yang berfungsi mengatur glukosa, berakibat pada kelebihan glukosa dalam darah.
Dampak Kesehatan dari Diabesity
Kombinasi antara obesitas dan diabetes tipe 2 meningkatkan risiko penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian di banyak negara.
Sebuah studi tahun 2020 memperkirakan jumlah individu dengan diabetes akan mencapai 642 juta pada tahun 2040, dengan lemak tubuh sebagai faktor risiko terkuat.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: