Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi, berhasil meraih gelar juara dalam Indonesia International Challenge II 2025 di Yogyakarta, mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Tai dan Tan Zhi Yang.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Kemenangan ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang dominan, menyisakan Malaysia tanpa gelar dalam turnamen tersebut.
Kemenangan Indonesia di Final
Pada final yang berlangsung di GOR Among Raga, Yogyakarta, Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi menunjukkan performa yang sangat baik dengan melibas ganda putra Malaysia, Aaron Tai dan Tan Zhi Yang, dalam dua gim.
Pertandingan berakhir dengan skor 15-21 dan 17-21, menunjukkan dominasi penuh pasangan Indonesia di lapangan.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kekalahan Malaysia dan Respons Pelatih
Kekalahan ini menjadi kekecewaan bagi Malaysia yang berharap banyak dari pasangan ganda putra mereka.
Kenneth Jonassen, Direktur Kepelatihan BAM, menyatakan bahwa meskipun hasil tidak sesuai harapan, ada perkembangan positif yang terlihat pada pemain.
"Para pemain tunggal putri kita sedang menuju arah baru, dan Zulaikha adalah salah satu pemain yang menunjukkan kemajuan," jelas Jonassen menanggapi performa timnya.
Prestasi Indonesia di Kanca Internasional
Bukan hanya ganda putra, Indonesia juga meraih kesuksesan di kategori lainnya, dengan ganda campuran Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti memastikan gelar juara di Indonesia International Challenge II 2025.
Kesuksesan ini menambah kebanggaan Indonesia yang berhasil menjadi juara umum dalam dua turnamen berturut-turut, termasuk Australian Open 2025.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: