Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 11:21 WIB

Dampak dan Penanganan Social Jetlag: Memahami Fenomena Perubahan Pola Tidur

Author

Dampak dan Penanganan Social Jetlag: Memahami Fenomena Perubahan Pola Tidur

Banyak orang menganggap tidur larut malam saat akhir pekan sebagai cara untuk bersenang-senang, namun hal ini dapat mengganggu fungsi otak kita.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Fenomena ini dikenal sebagai social jetlag, di mana perubahan pola tidur yang drastis berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.

Apa Itu Social Jetlag?

Social jetlag adalah kondisi di mana ritme sirkadian tubuh terganggu akibat perubahan pola tidur yang signifikan, seperti tidur lebih larut di akhir pekan dibandingkan hari kerja.

Secara biopsikologis, setiap individu memiliki jam tubuh yang menyesuaikan dengan siklus siang dan malam, namun perubahan mendadak ini menyulitkan otak untuk beradaptasi.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami social jetlag memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap masalah kesehatan seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kognisi.

Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Dampak Buruk dari Social Jetlag

Salah satu dampak paling signifikan dari social jetlag adalah gangguan konsentrasi, yang menyebabkan fokus terpengaruh saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Kualitas tidur juga menderita akibat kondisi ini; meskipun tidur terasa cukup, gelombang tidur yang tidak stabil dapat menyebabkan kelelahan di siang hari.

Dampak jangka panjang dari social jetlag juga terkait dengan risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan masalah jantung, yang timbul akibat stres yang berkepanjangan.

Cara Menghindari Social Jetlag

Untuk mencegah social jetlag, penting untuk mempertahankan rutinitas tidur yang konsisten dengan waktu tidur dan bangun yang sama setiap hari, termasuk di akhir pekan.

Adopsi pola hidup sehat, seperti olahraga teratur dan perhatian pada asupan makanan, berperan dalam membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik.

Jika sudah terlanjur mengalami social jetlag, lebih baik menghindari kafein untuk mengatasi rasa kantuk. Sebaiknya, ciptakan lingkungan tidur yang nyaman bagi pemulihan ritme tidur.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU