Komet antar bintang 3I/ATLAS yang ditemukan awal tahun ini menarik perhatian banyak ilmuwan, terutama tim dari NASA, sebagai objek antarbintang ketiga yang tercatat memasuki tata surya.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Penelitian yang melibatkan 15 misi berbeda, termasuk Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) dan rover Perseverance, diharapkan dapat menambah pemahaman mengenai karakteristik unik komet ini.
Karakteristik Komet 3I/ATLAS
NASA menegaskan bahwa 3I/ATLAS bukanlah pesawat alien, melainkan komet yang berperilaku mirip dengan komet biasa. Amit Kshatriya menjelaskan, "Bentuk dan perilakunya seperti komet, dan semua bukti mengarah pada kesimpulan tersebut, namun sangat menarik karena berasal dari luar tata surya."
Observasi dari JWST serta teleskop SPHEREx menunjukkan komposisi dasar komet ini. Shawn Domagal-Goldman, Direktur Sementara Divisi Astrofisika NASA, menyebutkan bahwa mereka mendeteksi kelimpahan gas karbon dioksida dan es air pada inti komet, memperlihatkan perilaku khas komet dengan proporsi CO2 yang lebih besar dari biasanya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Pengamatan dan Fenomena Komet
MRO berhasil menangkap foto terdekat komet dari jarak 31 juta kilometer, menunjukkan 3I/ATLAS sebagai bola putih kabur. Kshatriya menjelaskan, "Itu adalah koma, awan debu dan es yang lepas saat komet mendekati matahari."
Pengamatan dari wahana lain seperti Psyche dan MAVEN memberikan sudut pandang yang bervariasi. Tom Statler dari NASA menambahkan, "Komet ini datang dari arah berlawanan, sehingga posisi Bumi tidak ideal untuk mengamatinya, tapi Mars dan wahana lain berada di tempat yang tepat."
Penelitian Berlanjut
Fenomena menarik muncul saat 3I/ATLAS mengalami peningkatan kecerahan yang cepat pada 29 Oktober mendekati matahari. Statler mencatat bahwa, "Komet memang mengeluarkan nikel dan besi, tapi 3I/ATLAS menghasilkan nikel lebih banyak dari besi. Ini luar biasa dan perlu diteliti lebih lanjut."
Para ilmuwan saat ini sedang mempelajari ukuran komet yang diperkirakan antara ratusan meter hingga beberapa kilometer. Namun, debu tebal menghalangi pandangan mereka untuk melihat bentuk objektifnya secara jelas.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: