Seorang pria di Washington, Amerika Serikat, dikonfirmasi terinfeksi flu burung subtipe H5N5, menandai kasus pertama yang tercatat pada manusia di seluruh dunia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Meskipun ada kekhawatiran, pejabat kesehatan menyatakan bahwa risiko penularan virus ini kepada masyarakat tergolong sangat rendah.
Detail Kasus Pertama H5N5 pada Manusia
Kasus ini teridentifikasi setelah pria tersebut mengalami gejala parah, meliputi demam tinggi, kebingungan, dan gangguan pernapasan pada awal bulan November.
Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menyatakan bahwa pria tersebut termasuk dalam kelompok usia tua dan memiliki riwayat penyakit komorbid.
Dia diketahui memiliki kawanan unggas domestik campuran di halaman belakang rumahnya di Grays Harbor County, di mana baru-baru ini terjadi laporan kematian pada dua burung.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Sumber Penularan dan Risiko
Beberapa burung liar yang bebas berkeliaran di kawasan tersebut diduga sebagai sumber paparan virus H5N5.
Pihak berwenang menyatakan bahwa selama proses penyelidikan, pasien dirawat di rumah sakit dan tidak ditemukan kasus serupa di kalangan orang lain.
Risiko penularan kepada masyarakat umum dianggap sangat rendah, dan saat ini tidak ada bukti terkait penularan antar manusia.
Respon Para Ahli Terhadap Kasus H5N5
Epidemiolog Dr. Dicky Budiman mengungkapkan bahwa meskipun kasus ini serius, virus H5N5 tidak berpotensi menjadi pandemi saat ini.
Ia menjelaskan bahwa deteksi virus ini menunjukkan kemajuan dalam sistem pengawasan kesehatan di Amerika Serikat, yang kini lebih waspada terhadap kemungkinan wabah.
Dicky menekankan pentingnya pemantauan terhadap kasus-kasus serupa, mengingat bahwa potensi mutasi virus dapat terjadi apabila H5N5 berinteraksi dengan manusia.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: