Media sosial telah menjadi platform penting dalam membentuk citra tubuh, terutama di kalangan individu yang aktif dalam bidang kebugaran. Pengguna sering kali merasakan tekanan untuk memenuhi standar kecantikan dan kesehatan yang tidak realistis akibat perbandingan dengan orang lain.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Tekanan ini dapat berimplikasi negatif pada kesehatan mental, menyebabkan masalah seperti kecemasan dan depresi. Penelitian menunjukkan fenomena ini semakin meluas seiring meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Citra Tubuh
Media sosial berfungsi sebagai platform promosi bagi banyak influencer fitness yang menyebarkan konten terkait gaya hidup sehat. Konten-konten ini sering kali berfokus pada aspek visual tanpa memberikan konteks mendalam tentang proses yang dilalui setiap individu.
Banyak pengguna merasa perlu memenuhi ekspektasi berdasarkan gambar-gambar yang mereka lihat di Instagram dan TikTok. Hal ini menciptakan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan citra yang dianggap menarik oleh masyarakat.
Studi menunjukkan bahwa paparan terhadap gambar-gambar ideal dapat meningkatkan perasaan ketidakpuasan terhadap tubuh. Penggunaan media sosial menjadi pedang bermata dua, di mana ia dapat memotivasi sekaligus merusak kepercayaan diri individu.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dampak Negatif terhadap Kesehatan Mental
Penelitian mengindikasikan individu yang lebih sering menggunakan media sosial cenderung mengalami peningkatan gejala kecemasan dan depresi. Ketidakpuasan terhadap penampilan fisik dapat memicu perilaku makan tidak sehat serta program kebugaran ekstrem.
Organisasi kesehatan global, seperti WHO, menggarisbawahi pentingnya menjalani penggunaan media sosial yang seimbang untuk menghindari dampak negatif. Narasi yang kurang realistis di media sosial dapat disalahartikan oleh generasi muda.
Dalam beberapa kasus, individu merasa terpaksa untuk melakukan tindakan ekstrem demi mencapai kondisi fisik ideal. Hal ini dapat mengarah pada potensi gangguan makan dan masalah kesehatan lainnya ketika menyadari bahwa ekspektasi tersebut tidak dapat dicapai.
Langkah untuk Mengurangi Tekanan dari Media Sosial
Salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengurangi tekanan dari media sosial adalah dengan mengikuti konten positif yang mendukung. Ini termasuk memilih akun yang mempromosikan keberagaman bentuk tubuh serta kesehatan mental.
Penting juga untuk meningkatkan kesadaran akan realitas di balik foto-foto yang diunggah. Banyak influencer menggunakan pengeditan foto yang menciptakan ilusi tubuh sempurna, yang tidak mencerminkan kenyataan.
Mengatur waktu penggunaan media sosial juga dapat membantu mengurangi dampak negatif. Dengan menghindari scrolling tanpa tujuan, individu dapat menciptakan ruang bagi aktivitas lain yang lebih positif dan produktif.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: