Bekerja bersama rekan yang toxic dapat menjadi tantangan serius di lingkungan kantor dan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Meskipun sering kali sulit untuk menghindari interaksi dengan mereka, terdapat beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengelola situasi tersebut dengan lebih baik.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
1. Kenali Tanda-tanda Toxicity
Langkah pertama dalam mengatasi rekan kerja yang toxic adalah dengan mengenali perilaku mereka. Beberapa ciri yang umum dari seorang rekan yang bersikap toxic termasuk pesimisme, merendahkan orang lain, dan ketidakmauan untuk mendengarkan pendapat kolega.
Apabila Anda merasakan penurunan energi positif saat bekerja dengan mereka, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa diperlukan langkah tambahan untuk melindungi kesehatan mental.
2. Tetap Profesional
Penting untuk tetap menjaga sikap profesional meskipun menghadapi rekan yang sulit. Salah satu strategi adalah dengan tidak terlibat dalam konflik yang mungkin mereka ciptakan.
Menanggapi situasi dengan sikap tenang dan netral tidak hanya akan meningkatkan citra Anda di mata atasan, tetapi juga akan membantu menjaga kesehatan mental.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
3. Ciptakan Batasan yang Sehat
Batasan yang sehat sangat diperlukan saat berinteraksi dengan rekan kerja yang toxic. Anda perlu menentukan batasan yang nyaman bagi diri sendiri dan, jika perlu, membatasi percakapan tentang topik-topik pribadi.
Jika batasan tersebut tidak dihormati, penting untuk mengkomunikasikan hal ini dengan cara yang sopan namun tegas.
4. Fokus pada Hal Positif
Mengalihkan perhatian dari perilaku negatif rekan kerja menuju aspek-aspek positif dalam pekerjaan dapat membantu. Mendapatkan dukungan dari kolega lain yang membawa energi positif sangat dianjurkan.
Dengan demikian, Anda dapat mengurangi pengaruh buruk yang diakibatkan oleh rekan kerja yang toxic.
5. Cari Dukungan Lain
Jika semua upaya yang telah dilakukan tidak membuahkan hasil, mencari bantuan dari atasan atau departemen HRD bisa jadi solusi. Mereka dapat memberikan masukan dan solusi untuk menghadapi situasi yang rumit ini.
Penting untuk diingat bahwa menciptakan lingkungan kerja yang sehat adalah demi kebaikan semua pihak, bukan hanya untuk individu.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: