Yusuf Saadudin, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJB), wafat pada Jumat, 14 November 2025, dini hari.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Berita duka ini dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, yang mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam melalui akun media sosialnya.
Profil Karir dan Kontribusi Yusuf Saadudin di BJB
Yusuf Saadudin diangkat sebagai Direktur Utama BJB dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 16 April 2025. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai pelaksana tugas direktur utama sejak 11 Maret 2025.
Ia memiliki rekam jejak yang panjang di BJB dan pernah menjabat sebagai Pemimpin Divisi KPR & KKB dari tahun 2019 hingga 2021, serta Pemimpin Divisi Kredit Konsumer hingga Juli 2024.
Durasi kepemimpinannya di berbagai divisi mengasah keahlian Yusuf dalam menciptakan inovasi produk perbankan dan meningkatkan kualitas layanan nasabah di BJB.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Latar Belakang Pendidikan dan Pengalaman Yusuf
Yusuf Saadudin lahir di Bandung pada tahun 1973 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Akuntansi di Universitas Padjadjaran, lulus pada tahun 1999.
Ia melanjutkan pendidikan dengan meraih gelar Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis di universitas yang sama pada tahun 2015, yang mengintegrasikan latar belakang akuntansi dan hukum dalam karirnya di industri perbankan.
Kombinasi pendidikan ini memberikan Yusuf keunggulan dalam manajemen keuangan dan pelayanan kepada nasabah, yang terbukti efektif selama kariernya.
Pencapaian dan Inisiatif Strategis Selama Kepemimpinan
Selama masa kepemimpinannya, BJB mengalami sejumlah pencapaian penting, terutama dalam pengembangan sektor kredit konsumer yang menjadi salah satu kekuatan utama bank.
Yusuf Saadudin memimpin berbagai inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan inovasi produk serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi nasabah.
Visi dan komitmen yang kuat menjadikan BJB lebih kompetitif di pasar perbankan nasional, sehingga menorehkan prestasi yang signifikan dalam industri.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: