Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 22:10 WIB

Mengatasi Fenomena FOMO di Era Digital

Author

Mengatasi Fenomena FOMO di Era Digital

FOMO, atau fear of missing out, merupakan suatu perasaan yang semakin umum di era digital saat ini, di mana banyak individu merasa tertekan karena takut ketinggalan informasi atau pengalaman menarik dari orang lain.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak dari FOMO tidak hanya terlihat dalam konteks media sosial, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah istilah yang menggambarkan perasaan cemas saat seseorang merasa hal-hal menarik terjadi di luar dirinya. Istilah ini sering dipicu oleh interaksi di media sosial, di mana individu melihat teman-temannya melakukan aktivitas yang tampak menarik.

Perbandingan sosial yang tidak sehat sering menjadi pemicu FOMO, di mana seseorang merasa hidupnya kurang memuaskan setelah melihat postingan atau cerita yang dibagikan orang lain.

Menurut penelitian, FOMO dapat menyebabkan stres dan kecemasan berkelanjutan. Rasa ingin tahu yang berlebihan terhadap aktivitas orang lain dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi kualitas hidup individu.

Perilaku ini kerap mendorong tindakan untuk menghadiri acara yang mungkin tidak diinginkan, hanya demi menghindari rasa jenuh karena ketinggalan.

Dampak Psikologis dari FOMO

Salah satu dampak signifikan dari FOMO adalah munculnya perasaan depresi. Individu yang sering merasakan ketinggalan cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Dampak negatif ini bisa semakin parah seiring waktu, mengarah pada gangguan mental yang lebih serius. Stres yang berlarut-larut akibat FOMO dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur.

Beberapa studi menunjukkan bahwa individu yang mengalami FOMO lebih berisiko menggunakan media sosial secara berlebihan. Hal ini menciptakan siklus di mana individu merasa semakin terasing meski selalu terhubung secara digital.

Mereka sering mengukur kebahagiaan dan nilai diri berdasarkan seberapa sering mereka 'ikut serta' dalam momen sosial yang dibagikan oleh teman-teman.

Mencegah Dampak Negatif FOMO

Mengatasi FOMO memerlukan kesadaran individu terhadap perasaan ini serta pengenalan tanda-tanda kecemasan yang mungkin muncul. Teknik meditasi dan mindfulness dapat menjadi metode efektif dalam meredakan kecemasan berkaitan dengan FOMO.

Mengurangi penggunaan media sosial juga menjadi langkah awal yang baik. Dengan mengurangi frekuensi pemeriksaan platform sosial, individu dapat meredakan stres akibat FOMO.

Menciptakan waktu untuk terhubung dengan aktivitas nyata yang menyenangkan, seperti berolahraga atau berkumpul dengan keluarga, juga merupakan solusi yang efektif.

Penting untuk belajar menerima bahwa tidak setiap momen perlu diabadikan atau dibandingkan dengan orang lain. Menikmati hidup dengan cara sendiri adalah kunci untuk mengatasi FOMO.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU