Setelah melakukan pertemuan selama dua jam di Istana Kepresidenan Jakarta, Ignasius Jonan menyatakan bahwa diskusinya dengan Presiden Prabowo Subianto tidak membahas polemik Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Ia menegaskan bahwa kedatangannya lebih untuk mendiskusikan program-program pemerintah serta peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam perekonomian nasional.
Pertemuan yang Tak Membahas Kereta Cepat
Ignasius Jonan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama KAI dari 2009 hingga 2014, menjelaskan bahwa diskusi tersebut diprakarsai oleh Sekretaris Kabinet dan berlangsung selama kurang lebih dua jam. Pertemuan dimulai pada pukul 15.34 WIB dan berakhir pada pukul 18.20 WIB.
Jonan menegaskan bahwa selama pertemuan tersebut, tidak ada pembahasan mengenai proyek kereta cepat yang telah menjadi sorotan publik. "Enggak, enggak (bahas kereta cepat). Enggak, saya nggak diminta masukan kok soal itu," ujar Jonan setelah pertemuan.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Diskusi Tentang Program-program Kerakyatan
Dalam pertemuan tersebut, Jonan menyampaikan tujuan kedatangannya adalah untuk berbagi cerita dan berdiskusi mengenai program-program yang dijalankan oleh Prabowo dalam konteks kebijakan kerakyatan. Diskusi tersebut juga mencakup program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Jonan menyoroti peran aktif Prabowo dalam diplomasi luar negeri serta pengembangan BUMN. Ia menambahkan, "Puji Tuhan beliau berkenan untuk mendengarkan dan diskusi dan menerima lah beberapa masukan," menunjukkan sikap positif Prabowo terhadap diskusi tersebut.
Kondisi Keuangan Proyek Kereta Cepat
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikenal sebagai Whoosh saat ini menghadapi tantangan keuangan yang signifikan. KAI sebagai induk usaha dan salah satu pemegang saham terbesar harus menanggung kerugian sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.
Laporan keuangan menunjukkan bahwa PT PSBI, entitas anak KAI, mengalami kerugian hingga Rp 4,195 triliun pada tahun 2024. Hingga semester I-2025, PSBI telah mencatatkan kerugian tambahan sebesar Rp 1,625 triliun, mencerminkan kondisi finansial yang mengkhawatirkan bagi proyek ini.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: