Komet 3I/ATLAS resmi menjadi objek yang dipantau oleh badan pertahanan planet PBB setelah menunjukkan perilaku unik yang menarik perhatian para ilmuwan.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Langkah ini diambil oleh NASA sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi Bumi dari potensi ancaman antarbintang.
Perilaku Aneh Komet 3I/ATLAS
Citra terbaru dari komet 3I/ATLAS menunjukkan fenomena unik seperti 'anti-tail', yaitu semburan partikel yang justru mengarah ke Matahari.
Fenomena ini bertolak belakang dengan perilaku normal komet yang biasanya menjauh dari Matahari.
IAWN menempatkan komet ini dalam 'Comet Astrometry Campaign' untuk pemantauan lebih lanjut, mengingat tantangan unik yang dihadapi para ilmuwan dalam memprediksi lintasan objek antarbintang ini.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik
Latihan Global dan Pemantauan
Sebagai tindak lanjut tindakan pencegahan, para ilmuwan merencanakan latihan global dari 27 November 2025 hingga 27 Januari 2026.
Selama latihan, teleskop di berbagai negara akan berfokus pada 3I/ATLAS untuk meningkatkan akurasi pelacakan posisinya.
Pengamatan juga diarahkan pada jalur lintasan komet yang diperkirakan akan melintasi dua wahana luar angkasa, yaitu Europa Clipper milik NASA dan Hera milik Badan Antariksa Eropa (ESA) antara 25 Oktober hingga 6 November 2025.
Peluang Penelitian yang Penting
Pertemuan antara 3I/ATLAS dan kedua wahana luar angkasa ini diyakini memberi kesempatan penting untuk mempelajari material dari luar tata surya secara langsung.
Program Tailcatcher tengah menghitung jarak terdekat antara wahana dan ekor komet yang diperkirakan mencapai sekitar lima juta mil.
NASA melaporkan bahwa wahana Europa Clipper dilengkapi instrumen pengukur plasma dan magnetometer yang akan mendeteksi partikel dari ekor komet, sementara wahana Hera milik ESA sedang dalam perjalanan menuju sistem Didymos-Dimorphos.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: