Respon Kekeyi Setelah Kasus Perundungan Terhadapnya di Tengah Tragedi Kematian Mahasiswa Udayana
Kekeyi Putri Cantikka, yang lebih dikenal sebagai Kekeyi, bereaksi setelah foto-fotonya dijadikan ejekan dalam konteks kematian mahasiswa Universitas Udayana berinisial TAS yang diduga bunuh diri.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Kekeyi menyampaikan bahwa dirinya merasa terpukul dan mentalnya hancur akibat keterkaitannya dengan perundungan yang terjadi di media sosial.
Reaksi Kekeyi Terhadap Kasus Perundungan
Dalam tayangan program Brownies yang disiarkan di Trans TV, Kekeyi menunjukkan emosi mendalam saat berbicara tentang kasus ini.
Ia mengungkapkan, 'Awalnya aku kayak yaudah, tapi lama-lama kepikiran banget. Jujur, dua tahun ini aku udah nggak pernah baca media sosial karena takut.' Ungkapan ini mencerminkan dampak psikologis yang dialaminya akibat perundungan yang terjadi.
Melalui tayangan tersebut, Kekeyi meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama ketika berkaitan dengan isu-isu sensitif yang dapat memengaruhi mental seseorang.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Perundungan dan Tindak Pidana yang Mengikutinya
Pihak Universitas Udayana telah merespon kasus ini dengan memberikan sanksi pendidikan kepada mahasiswa yang terlibat dalam perundungan, berupa pengurangan nilai soft skill selama satu semester.
Meskipun sanksi pendidikan telah diterapkan, kasus ini masih menjadi topik hangat di media sosial, dengan banyak netizen berusaha mengingatkan pentingnya menghentikan perilaku bullying di lingkungan kampus.
Pentingnya penanganan serius terhadap isu bullying menjadi sorotan, khususnya di institusi pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi wadah pembelajaran yang positif.
Pesan Kekeyi untuk Masyarakat
Kekeyi menyampaikan pesan yang tegas kepada masyarakat tentang dampak serius dari perundungan, 'Buat kalian semua, pesanku, jangan pernah ada kasus bullying. Karena kalau kita dibully itu sakit banget.'
Ia juga mengingatkan akan pentingnya introspeksi sebelum melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain, serta memperingatkan bahwa bullying dapat memiliki implikasi sosial dan hukum yang berat.
Seruan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam tindakan mereka, dan menyebarkan kesadaran mengenai perilaku baik dalam interaksi sosial.
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: