Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 18:53 WIB

Fenomena Diam di Tengah Praktik Perundungan: Mengapa Banyak yang Memilih Tidak Bertindak?

Author

Fenomena Diam di Tengah Praktik Perundungan: Mengapa Banyak yang Memilih Tidak Bertindak?

Fenomena perundungan di kalangan remaja dan dewasa sering kali disaksikan, namun mayoritas orang memilih untuk tidak bertindak. Keputusan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis dan sosial yang kompleks.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Ketidakberdayaan orang-orang untuk melakukan intervensi dapat berakibat fatal bagi korban perundungan, dan juga menciptakan dampak negatif di lingkungan sosial mereka.

Faktor Psikologis di Balik Keputusan Diam

Salah satu alasan utama orang memilih untuk tidak bersuara adalah rasa takut akan konsekuensi yang mungkin mereka hadapi. Banyak individu khawatir jika mereka berbicara, mereka bisa menjadi target perundungan berikutnya.

Persepsi akan risiko sosial juga berperan penting dalam keputusan untuk tidak terlibat. Banyak orang merasa tidak ingin merusak reputasi atau posisi mereka di dalam kelompok sosial.

Ada juga perasaan ketidakberdayaan yang mendorong sikap diam di kalangan individu. Beberapa merasa tidak mampu membantu atau berpikir bahwa intervensi mereka tidak akan membawa perubahan yang berarti.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta

Norma Sosial dan Pengaruh Lingkungan

Latar belakang budaya dan norma sosial berkontribusi dalam pembentukan perilaku individu ketika menyaksikan perundungan. Dalam banyak komunitas, tindakan intervensi terhadap konflik dianggap tidak pantas atau tabu.

Dukungan kelompok juga berperan penting dalam hal ini. Ketika individu lain juga memilih untuk diam, satu orang merasa lebih nyaman untuk tidak bertindak, menciptakan situasi 'konformitas' yang negatif.

Sikap masyarakat yang sering kali menyudutkan korban memperburuk situasi ini, karena membuat pengamat merasa terasing dan cemas untuk membantu.

Implikasi dari Ketidakpedulian

Diamnya orang-orang di sekitar korban perundungan bukan hanya berdampak buruk bagi korban, tetapi juga memperparah efek negatif di lingkungan sosial. Ketidakberdayaan untuk bertindak dapat memperburuk kesehatan mental korban.

Lingkungan yang tidak responsif menciptakan siklus kekerasan yang terus berulang. Ketika intervensi tidak pernah terjadi, pelaku perundungan merasa semakin berani dan tidak terhambat.

Oleh karena itu, penting untuk menyebarluaskan kesadaran mengenai dampak dari ketidakpedulian dan mendorong individu untuk berani mengambil tindakan, meskipun ini memerlukan risiko.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU