Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 14:49 WIB

Dampak Manajer terhadap Kesehatan Mental Karyawan

Author

Dampak Manajer terhadap Kesehatan Mental Karyawan

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sosok manajer memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental karyawan, bahkan lebih besar dibandingkan terapis atau dokter.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Studi ini dilakukan oleh The Workforce Institute yang melibatkan 3.400 responden dari sepuluh negara, mengungkapkan bahwa lebih dari 69 persen manajer mempengaruhi kesehatan mental karyawan.

Pengaruh Manajer terhadap Kesehatan Mental

Menurut studi oleh The Workforce Institute, dampak manajer terhadap kesehatan mental karyawan sangat besar. Hasil survei menunjukkan bahwa 69 persen manajer berpengaruh terhadap kesehatan mental, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 51 persen dokter dan 41 persen terapis.

Lebih dari 80 persen karyawan menyatakan lebih memilih untuk menjaga kesehatan mental yang baik ketimbang mengejar pekerjaan dengan gaji tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan mental menjadi fokus utama bagi banyak pekerja.

Stres juga berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, seperti diungkapkan oleh 71 persen karyawan yang menyatakan bahwa stres berpengaruh pada kehidupan rumah tangga mereka, sedangkan 64 persen merasa terpengaruh pada kesejahteraan umum.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025

Stres Kerja dan Dinamika Visi Manajer

Dalam konteks tekanan kerja, Pat Wadors, perwakilan dari Workforce Institute, menyatakan, 'Kita sering membicarakan kesehatan mental dalam konteks diagnosis medis atau kelelahan. Meski hal itu merupakan masalah serius, stressor sehari-hari yang dihadapi—terutama yang disebabkan oleh pekerjaan—adalah hal yang seharusnya lebih sering kita bicarakan sebagai pemimpin.'

Wadors menekankan bahwa kepemimpinan yang baik harus meyakinkan karyawan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi stres. Dengan memberikan dukungan dan menciptakan komunikasi terbuka, manajer dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman.

Lebih dari 57 persen karyawan yang tidak puas dengan pekerjaan mereka mengundurkan diri karena ketidakpuasan terhadap atasan. Ini mengindikasikan pentingnya manajer dalam menciptakan suasana kerja yang positif dan menyenangkan.

Peran Kepemimpinan dalam Kesehatan Mental Karyawan

Kepemimpinan yang autentik dan terbuka menjadi kunci untuk menciptakan rasa memiliki di tempat kerja. Wadors menegaskan, 'Setiap atasan memiliki kemampuan untuk mengubah tempat kerja menjadi lingkungan yang toksik atau memprioritaskan kepuasan karyawan.'

Penting bagi manajer untuk memahami bahwa komunikasi dan empati memiliki peranan penting dalam kesehatan mental karyawan. Situasi yang mendukung dapat mengurangi perasaan tertekan dan meningkatkan produktivitas.

Dengan pendekatan yang lebih manusiawi, karyawan bisa merasa lebih nyaman untuk berbicara tentang masalah yang mereka hadapi, menurunkan tingkat stres, dan berkontribusi positif terhadap tim.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU