Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 16:02 WIB

Polusi Udara dan Risiko Demensia: Temuan Penelitian Terbaru

Author

Polusi Udara dan Risiko Demensia: Temuan Penelitian Terbaru

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa polusi udara berkontribusi terhadap risiko demensia, khususnya Lewy body dementia (LBD). Hal ini menyoroti pentingnya menjaga kualitas udara di lingkungan kita untuk meningkatkan kesehatan otak.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Terima Pimpinan Serikat Pekerja Bahas RUU dan Aksi Demonstrasi Buruh

Hubungan Polusi Udara dan Demensia

Penelitian dimulai dari analisis rekam medis 56,5 juta pasien Medicare di Amerika Serikat. Fokus penelitian adalah pasien yang pertama kali dirawat dari tahun 2000 hingga 2014 dengan kondisi kerusakan protein.

Menggunakan kode pos pasien, peneliti mampu memperkirakan paparan jangka panjang terhadap polusi PM2,5. Partikel berukuran kecil ini dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan aliran darah, sampai ke otak dan organ tubuh lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap PM2,5 meningkatkan risiko terkena Lewy body dementia (LBD), yang merupakan tipe demensia kedua paling umum setelah Alzheimer.

Basis Biologis dan Metodologi Penelitian

Lewy body terdiri dari protein alpha-synuclein, yang penting untuk fungsi otak yang sehat. Namun, penumpukan protein ini dapat membentuk Lewy body yang merusak sel-sel saraf, mengakibatkan penyakit neurodegeneratif.

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Peneliti juga menguji hipotesis ini melalui eksperimen pada tikus. Mereka dipaparkan polusi PM2,5 dua kali sehari selama sepuluh bulan, dengan beberapa di antaranya dimodifikasi genetik untuk tidak memproduksi alpha-synuclein.

Hasil menunjukkan bahwa tikus normal yang terpapar mengalami kematian sel-sel saraf dan penyusutan otak, berbanding terbalik dengan tikus yang termodifikasi genetik.

Implikasi Kebijakan dan Upaya Kolaboratif

Mao menekankan, 'Dengan mengurangi paparan kolektif kita terhadap polusi udara, kita berpotensi mengurangi risiko berkembangnya kondisi neurodegeneratif yang merusak ini dalam skala populasi yang luas.'

Penelitian ini, yang dipublikasi dalam jurnal Science, menawarkan bukti kuat mengenai bahaya polusi udara terhadap kesehatan otak.

Temuan ini menuntut perhatian ekstra terhadap kebijakan udara bersih dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga lingkungan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU