Perlombaan pengembangan sistem pertahanan rudal global kini memasuki fase baru seiring dengan peluncuran teknologi oleh Tiongkok yang menyerupai Iron Dome milik Israel.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Laporan dari South China Morning Post mengungkap bahwa tim peneliti di Nanjing telah memperkenalkan prototipe sistem pertahanan yang diserahkan kepada Tentara Pembebasan Rakyat.
Pengembangan Sistem Pertahanan Nasional
Tim peneliti yang dipimpin oleh Li Xudong dari Nanjing Electromagnetic Technology Research Institute telah menciptakan 'platform big data peringatan dini terdistribusi'.
Sistem ini dirancang dengan kapasitas untuk mendeteksi dan melacak hingga 1.000 rudal yang mengarah ke Tiongkok dalam waktu nyata, memanfaatkan teknologi integrasi data dan kecerdasan buatan (AI).
Dengan menggunakan data dari berbagai sensor, termasuk satelit dan radar, sistem ini mampu menentukan lintasan dan tingkat ancaman dari rudal dengan cepat.
Baca juga: Penangkapan Profesor R, Koordinator Pembuatan Bom Molotov dalam Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Kompetisi Global dalam Teknologi Pertahanan
Perkembangan sistem pertahanan ini muncul setelah pengumuman Amerika Serikat terkait rencana mereka yang dinamakan Golden Dome.
Namun, laporan South China Morning Post mencatat bahwa proyek Tiongkok sudah lebih maju dalam tahap implementasi dibandingkan dengan AS yang masih dalam tahap konsep.
Laporan tersebut menyatakan, 'AS baru menyajikan sebuah konsep, sementara Tiongkok sebenarnya sudah mengimplementasikannya terlebih dahulu.'
Kontroversi dalam Proyek AS dan Respon Taiwan
Proyek Golden Dome di Amerika Serikat masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kontroversi biaya yang tinggi, dengan anggaran yang diperkirakan mencapai US$ 831 miliar.
Sementara itu, Taiwan berupaya memperkuat sistem pertahanan mereka dengan rencana membangun 'Golden Dome versi Taiwan', sebagai strategi untuk menciptakan jaringan pertahanan mandiri.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pertahanan pulau tersebut, menambah kerumitan dalam lanskap keamanan di Asia Timur.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: