Senin, 26 MEI 2025 • 23:39 WIB

Indonesia Resmi Pindah dari WHO Asia Tenggara ke Pasifik Barat, Kenapa?

Author

Ilustrasi Dokter. (Foto: Istimewa)

KAMI INDONESIA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengesahkan perpindahan keanggotaan Indonesia dari Kawasan Asia Tenggara (South-East Asia Region/SEARO) ke Kawasan Pasifik Barat (Western Pacific Region/WPRO).

Keputusan ini diambil dalam Sidang World Health Assembly (WHA) ke-78 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, dan diterima secara konsensus oleh semua negara anggota WHO.

Alasan Perpindahan

Perpindahan ini bukanlah keputusan yang diambil secara sembarangan. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Indonesia, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada pengalaman selama pandemi COVID-19.

Indonesia melihat adanya kesamaan tantangan kesehatan dan epidemiologis dengan negara-negara di kawasan Pasifik Barat. Salah satu alasan utama adalah kedekatan geografis Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Barat.

Provinsi-provinsi di timur Indonesia seperti Papua dan Maluku, misalnya, berbagi tantangan kesehatan yang serupa dengan negara-negara Kepulauan Pasifik. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan kolaborasi dalam penanganan isu-isu kesehatan.

Geografi dan Mobilitas

Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan tingginya mobilitas lintas batas menjadi faktor penting dalam keputusan ini. Indonesia memiliki batas darat dan laut dengan sepuluh negara dan penerbangan langsung ke delapan belas negara, yang menempatkan Indonesia dalam posisi strategis untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan dan respon terhadap penyakit.

Mobilitas yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko epidemiologi, terutama dalam hal penyebaran penyakit menular. Oleh karena itu, kolaborasi dengan negara-negara di kawasan Pasifik Barat diharapkan dapat membantu dalam menangani tantangan kesehatan yang ada.

Sinergi dan Kerjasama Regional

Perpindahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kerjasama antara Indonesia dan negara-negara anggota WPRO lainnya. Dalam banyak kasus, masalah kesehatan yang dihadapi oleh satu negara sering kali berdampak pada negara lain di sekitarnya.

Dengan adanya kerjasama yang lebih kuat, diharapkan solusi yang lebih efektif dapat ditemukan untuk masalah-masalah kesehatan yang kompleks.

Selain itu, Indonesia berharap dapat memperoleh dukungan teknis dan sumber daya yang lebih baik dari WHO dalam penanganan isu kesehatan secara regional.

Pengalaman Pandemi Sebagai Pembelajaran

Pandemi COVID-19 memberikan banyak pelajaran berharga bagi Indonesia, tidak hanya dalam hal penanganan krisis tetapi juga dalam penguatan sistem kesehatan. Pengalaman ini menjadi acuan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan kesehatan yang akan datang dengan lebih baik.

Melalui peralihan ini, diharapkan Indonesia dapat mengambil langkah proaktif untuk menangani kemungkinan epidemi di masa depan dengan lebih efisien, serta memperkuat infrastruktur kesehatan yang ada.

Perpindahan keanggotaan Indonesia dari WHO kawasan Asia Tenggara ke kawasan Pasifik Barat mencerminkan langkah proaktif yang diambil negara dalam menghadapi tantangan kesehatan global. Dengan mempertimbangkan aspek epidemiologis dan kedekatan geografis, langkah ini diharapkan dapat menciptakan kerjasama yang lebih baik dalam penanganan kesehatan masyarakat.

Keputusan ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus beradaptasi dan meningkatkan sistem kesehatannya demi kesejahteraan warganya dan masyarakat internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU