Tanggapan Menko AHY Terkait Usulan Pemindahan Gerbong Wanita Setelah Kecelakaan Kereta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan tanggapan terkait usulan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan pasca insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
AHY menegaskan bahwa keselamatan publik adalah prioritas utama, karena tujuan sistem transportasi publik adalah untuk memberikan rasa aman bagi semua penumpang.
Dalam deklarasinya, AHY menegaskan, "Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik."
Pernyataan ini menegaskan pentingnya sistem transportasi yang tidak hanya melindungi perempuan namun juga laki-laki dari potensi risiko kecelakaan.
Di tengah kekhawatiran atas posisi perempuan sebagai kelompok rentan, AHY juga mencatat bahwa insiden sebelumnya belum pernah terjadi, menekankan perlunya peninjauan kembali untuk meningkatkan keselamatan.
AHY telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan tersebut.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
"KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik," tuturnya.
Investigasi ini diharapkan tidak hanya mencakup aspek penyebab kecelakaan namun juga meliputi dugaan adanya gangguan pada sistem persinyalan.
AHY menyebut pentingnya edukasi masyarakat tentang keselamatan transportasi untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Sebagai solusi jangka panjang, AHY menyarankan pembangunan infrastruktur seperti jalan layang dan terowongan di area pelintasan sebidang yang padat.
"Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass," ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa depan, sehingga keselamatan penumpang tercapai secara optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: