Pemerintah Mengumumkan Temuan Cadangan Gas Besar di Kalimantan oleh Eni
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan penemuan cadangan gas signifikan oleh perusahaan minyak dan gas Italia, Eni, di Kalimantan.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Sumber daya ditemukan di sumur eksplorasi Geliga-1, dengan estimasi awal mencapai 5 triliun kaki kubik gas dan 300 juta barel kondensat.
Dalam pengumumannya, Bahlil menjelaskan bahwa temuan ini memiliki potensi luar biasa, menyatakan, "Saya mau umumkan bahwa Eni baru saja mendapat 1 wk baru giant dari Geliga yang menghasilkan 5 TCF untuk gas dan kita mendapat kondensat 300 juta barel minyak."
Saat ini, produksi gas di lokasi tersebut berada di kisaran 600-700 juta kaki kubik per hari. Namun, ia memprediksi peningkatan signifikan hingga sekitar 2.000 MMSCFD pada tahun 2028.
Pada tahun 2030, diperkirakan produksi gas dapat meningkat lagi hingga mencapai sekitar 3.000 MMSCFD, bersamaan dengan pengembangan produksi kondensat.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman total 5.100 meter, dengan kedalaman laut sekitar 2.000 meter. Penemuan ini menambah daftar keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, yang telah sebelumnya menemukan cadangan gas Geng North pada akhir 2023.
Posisi Geliga-1 yang hanya 20 km dari Geng North menunjukkan adanya potensi besar di kawasan tersebut. Penemuan ini memperkuat keyakinan akan skalabilitas sumber daya gas yang ada.
Selain itu, Eni juga memiliki potensi gas Gula yang belum dikembangkan dengan estimasi 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat yang menggambarkan kapasitas pengembangan sumber daya di area ini.
Eni melakukan Final Investment Decision (FID) untuk proyek gas laut dalam dengan investasi sekitar US$ 15 miliar pada pertengahan Maret 2026. Keputusan ini menunjukkan komitmen Eni dalam pengembangan proyek gas di Indonesia.
Proyek ini mencakup pengembangan dua ladang besar, Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub). Eni diharapkan dapat memanfaatkan teknologi produksi laut dalam yang efisien melalui investasi ini.
Proyek North Hub juga akan mengandalkan fasilitas produksi terapung (FPSO) baru, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: