Iran Kembali Menutup Selat Hormuz Pasca Serangan Israel di Lebanon
Kurang dari 24 jam setelah pengumuman gencatan senjata, Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Israel di Lebanon.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Serangan udara yang dilaporkan menyebabkan 254 kematian dan lebih dari seribu orang terluka, meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.
Amerika Serikat dan Iran baru-baru ini mengumumkan gencatan senjata berdurasi dua minggu, yang diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.
Namun, serangan oleh militer Israel menggagalkan harapan tersebut dengan lebih dari 100 serangan dalam semalam, yang memicu krisis kemanusiaan di Lebanon.
Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan, sebelum fajar tiba, setidaknya 254 orang telah tewas, menambah daftar panjang korban dari konflik yang berkepanjangan ini.
Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait situasi kesehatan yang mendesak, sambil menyerukan dukungan internasional.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
"Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," ungkapnya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungan terhadap keputusan gencatan senjata, tetapi menekankan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.
"Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan serangan," tambahnya.
Dalam pernyataan terbarunya, AS menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, menyatakan bahwa penutupan tersebut dianggap tidak dapat diterima.
"Saya akan mengulangi harapan dan tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali segera, cepat, dan aman," ujarnya.
Presiden Trump juga menunjukkan dukungannya terhadap tindakan Israel, dengan menyatakan bahwa Hizbullah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang diatur dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: