Tragedi Misi Perdamaian: Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bernama Farizal Rhomadhon telah kehilangan nyawa saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Dalam insiden tersebut, tiga rekan prajuritnya mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan bahwa jenazah prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters, menunggu pemulangan ke tanah air.
Farizal Rhomadhon termasuk dalam kontingen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan terjun dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL. Ia gugur akibat serangan artileri yang mengenai lokasi kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar pada hari Minggu, 29 Maret 2026.
Dalam serangan itu, tiga prajurit lainnya juga mengalami luka-luka, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. Semua prajurit yang terluka ini tengah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan, sebagaimana dikonfirmasi oleh Mayjen Aulia.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan bahwa Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Praka Rico kini dirawat di Rumah Sakit St. George di Beirut setelah dievakuasi menggunakan helikopter.
Sementara itu, Praka Bayu dan Praka Arif menjalani perawatan di Rumah Sakit Level I UNIFIL. Proses penanganan medis di lokasi kejadian diusahakan dengan maksimal untuk memberikan bantuan cepat kepada para prajurit yang terdampak.
Kementerian Pertahanan, bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut, bergerak cepat dalam mengurus pemulangan jenazah Praka Farizal. Mayjen Aulia memastikan bahwa semua prosedur administrasi dilaksanakan dengan baik untuk menjamin kelancaran proses pemulangan.
Keberadaan kontingen TNI di Lebanon merupakan wujud komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian internasional. Misi ini penuh risiko, dan insiden tragis ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh prajurit TNI di lapangan, menandakan pengabdian mereka di tengah kondisi yang tidak menentu.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: