Piala Dunia 2026: Ketidakpastian Pengganti Timnas Iran Meningkat
Penarikan diri timnas Iran dari Piala Dunia 2026 memunculkan perdebatan mengenai proses dan kriteria pengganti yang akan ditetapkan oleh FIFA.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching, menegaskan bahwa pengganti tidak harus berasal dari konfederasi yang sama, memperluas kemungkinan negara-negara yang dapat ditunjuk.
Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menjelaskan bahwa keputusan untuk mundur diambil pada 12 Maret 2026. Ia mengaitkan penarikan ini dengan situasi perang yang sedang berlangsung antara Irak dan pasukan Amerika Serikat-Israel yang mengancam keamanan negara tersebut.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
James Kitching menyatakan bahwa tidak ada peraturan modern yang mengatur tentang penggantian timnas yang mundur. Ia menegaskan, 'Tidak ada batasan yang mengharuskan pengganti berasal dari konfederasi yang sama,' yang artinya FIFA memiliki kebebasan untuk menunjuk tim dari negara mana pun.
Ia melanjutkan, 'Artinya, tim mana pun bisa ditunjuk sebagai pengganti, bahkan tidak harus diganti sama sekali,' memberikan indikasi bahwa banyak pilihan yang bisa dipertimbangkan oleh FIFA.
Kitching juga secara kritis mempertanyakan aspek politik dari pernyataan komprehensif sejam tersebut, dengan menuturkan, 'Apakah skenario tersebut bisa diterima secara politis? Itu pertanyaan berbeda.' Hal ini menunjukkan adanya kompleksitas yang harus dihadapi sebelum membuat keputusan mengenai pengganti Iran.
Namun, muncul juga pertanyaan luas mengenai siapa yang akan mengisi posisi Iran di turnamen dan bagaimana proses seleksinya nanti akan berjalan. Potensi pengganti kini menjadi fokus perhatian banyak pihak dalam dunia sepak bola.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: