Keputusan Presisi: Iran Diizinkan Berpartisipasi di Piala Dunia 2026
Gianni Infantino, Presiden FIFA, mengonfirmasi bahwa tim nasional Iran diizinkan untuk bersaing di Piala Dunia 2026, meskipun ada ketegangan geopolitik yang terus berlangsung antara negara tersebut dan Amerika Serikat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pengumuman ini muncul menjelang turnamen yang semakin dekat, hanya kurang dari 100 hari dari pelaksanaan.
Pertemuan antara Gianni Infantino dan Donald Trump berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026, dengan fokus pada persiapan Piala Dunia FIFA mendatang.
Dalam pernyataannya di media sosial, Infantino menyatakan, "Malam ini, saya bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk membahas status persiapan Piala Dunia FIFA mendatang, dan antusiasme yang semakin meningkat menjelang dimulainya turnamen dalam waktu 93 hari."
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Sebelum pengumuman ini, ada keraguan mengenai partisipasi Iran akibat situasi konflik yang berkaitan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, sempat menunjukkan pesimisme terkait hal tersebut, dengan mengatakan, "Dengan apa yang terjadi hari ini, serangan oleh Amerika Serikat itu, kecil kemungkinan kami bisa menatap Piala Dunia," yang mencerminkan ketidakpastian yang melanda.
Walaupun terdapat latar belakang konflik, Infantino mengungkapkan bahwa permintaan tiket untuk Piala Dunia 2026 telah mencapai rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ia mencatat, "Dalam empat minggu, kami telah menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket. Ini luar biasa," menyoroti besarnya minat publik terhadap acara olahraga paling bergengsi di dunia ini.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: