Iran Tingkatkan Ancaman Militer Terhadap Israel dan Fasilitas AS di Timur Tengah
Iran telah mengumumkan peningkatan serangan terhadap Israel, khususnya di kota-kota besar seperti Tel Aviv, dengan penggunaan rudal yang memiliki hulu peledak lebih dari satu ton.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Majid, menegaskan bahwa aksi ini tidak hanya ditujukan kepada Israel, tetapi juga fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya yang disiarkan oleh media Iran, Hossein Majid menekankan bahwa Iran tidak akan menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton. Ini menunjukkan adanya eskalasi dalam strategi militer mereka.
Pasca pengumuman tersebut, Majid menginformasikan bahwa semua stok rudal kelas berat akan diluncurkan untuk menyerang target-target yang dianggap sebagai ancaman, termasuk Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat.
Jenis-jenis rudal yang digunakan, seperti Ghadr, Emad, dan Fattah termasuk Kheibar, telah terbukti efektif selama serangan sebelumnya, dan 'Operation True Promise 4' merupakan salah satu aksi militer nyata yang dilakukan.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Serangan-serangan yang dilancarkan oleh IRGC menunjukkan bahwa rudal-rudal ini dapat menghindari sistem pertahanan udara seperti Iron Dome dan THAAD milik Amerika Serikat, yang membuktikan efektivitas senjata mereka.
Majid menyebut bahwa serangan ini adalah bagian dari upaya untuk 'meratakan' fasilitas militer Israel, yang dinilai sebagai langkah strategis untuk mengubah dinamika kekuatan di kawasan.
Menarik untuk dicatat bahwa IRGC enggan untuk membuka ruang negosiasi, merespons langsung pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengklaim bahwa konflik di Iran sudah dekat dengan akhir.
IRGC menyatakan bahwa masa depan situasi di kawasan tergantung pada angkatan bersenjata mereka sendiri, dan menuduh angkatan bersenjata Amerika tidak memiliki kapasitas untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.
Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, di mana intervensi kekuatan asing semakin rumit dan dapat memicu respons yang lebih agresif dari pihak Iran.
Majid menyatakan, 'Kamilah yang akan menentukan akhir perang,' menegaskan komitmen Republik Islam Iran untuk melanjutkan perannya dalam mengatur arah konflik di kawasan.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: