Marc Marquez Fokus pada Kesuksesan Pribadi di MotoGP
Pembalap MotoGP, Marc Marquez, menegaskan bahwa tujuannya di lintasan tidak terfokus pada menandingi rekor Valentino Rossi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Setelah sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2025, Marquez berambisi untuk menjadi yang pertama meraih 10 gelar juara dunia dalam sejarah MotoGP.
Marc Marquez berhasil menyamai rekor Valentino Rossi dengan meraih gelar juara dunia untuk yang ke-9 pada MotoGP 2025. Jika dia memenangkan MotoGP 2026, Marquez akan menjadi pembalap pertama dengan 10 gelar juara dunia.
Meski demikian, Marquez masih tertinggal dalam pencapaian jumlah kemenangan dibandingkan Rossi dan Giacomo Agostini, yang masing-masing memiliki 115 dan 122 kemenangan. Ini menunjukkan bahwa meskipun Marquez meraih gelar, persaingan di papan atas MotoGP tetap ketat.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Marquez menyebutkan, "Saya tidak pernah turun ke lintasan dengan berpikir saya bisa menandingi satu pembalap atau yang lain." Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatannya yang lebih mementingkan proses daripada hasil.
Ia menekankan, "Tujuan saya selalu untuk menang, bersenang-senang, dan memberikan yang terbaik," yang menunjukkan niatnya untuk menghadapi setiap perlombaan dengan dedikasi dan semangat yang tinggi.
Marquez menjelaskan bahwa perspektifnya tentang balapan telah berubah, terutama setelah mengalami masa sulit akibat cedera. Sekarang, ia lebih memfokuskan diri pada perbaikan pribadi dan bukan hanya sekadar meraih hasil.
"Saya ingin terus berkembang sebagai pembalap dan sebagai pribadi, dan melakukannya dengan cara yang membuat saya bahagia," ungkapnya, menegaskan pentingnya kebahagiaan dalam proses balap.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: