Iran Menegaskan Hak Prerogatifnya dalam Mengakhiri Konflik di Timur Tengah
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah adalah hak prerogatif Iran, bukan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai balasan atas klaim Trump yang menyatakan bahwa konflik akan segera berakhir.
Dalam sebuah rilis resmi pada Selasa, 10 Maret, IRGC menegaskan, 'Kamilah yang akan menentukan akhir perang.' Pernyataan ini menyoroti posisi Iran dalam konflik yang telah berlangsung antara AS-Israel dan Iran.
Mereka menolak penilaian Trump terkait resolusi konflik dan menegaskan bahwa situasi serta masa depan kawasan berada di tangan angkatan bersenjata mereka.
IRGC menyatakan, 'Pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,' mencerminkan keyakinan mereka dalam mengendalikan situasi di kawasan.
Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Pada konferensi pers yang diadakan di Florida pada Senin, 9 Maret, Trump mengklaim bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran akan segera mereda, menyatakan bahwa, 'Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah.'
Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan pasar yang bergejolak akibat potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, menyebabkan volatilitas di bursa saham.
Seiring dengan itu, bursa saham Wall Street menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan mengakhiri hari dengan angka positif setelah pernyataan Trump, meskipun harga minyak dunia meningkat.
Dalam perkembangan lain yang terjadi pada hari yang sama, Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pengganti ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan oleh AS-Israel.
Peluncuran rudal oleh Iran ke sejumlah wilayah, termasuk Israel dan negara-negara Arab, menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan belum mereda.
Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global, mulai ditutup oleh Iran sehari setelah serangan, menggambarkan situasi yang semakin kompleks di Timur Tengah.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: