Serangan Siber Kelompok MuddyWater Terhadap Institusi AS Mengkhawatirkan Keamanan Nasional
Kelompok peretas Iran yang dikenal dengan nama MuddyWater dilaporkan telah berhasil menyusup ke jaringan beberapa organisasi di Amerika Serikat, termasuk bank dan institusi bandara.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Penelitian keamanan mengungkap bahwa mereka telah berada di dalam sistem tersebut sejak awal Februari 2026, memicu alarm akan potensi serangan siber yang lebih luas.
Kelompok MuddyWater diyakini memiliki kedekatan dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS), yang telah dikenal dalam menjalankan operasi siber di berbagai belahan dunia.
Aktivitas peretasan ini ditemukan meningkat pasca serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang meningkatkan kekhawatiran atas keamanan siber.
Laporan dari The Register menyatakan bahwa kelanjutan operasi MuddyWater membuka celah yang bisa dimanfaatkan untuk serangan lebih lanjut.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Para peneliti dari Symantec dan Carbon Black melaporkan penemuan alat jahat baru bernama 'Dindoor' yang memberikan kemampuan bagi hacker untuk mengendalikan sistem dari jarak jauh.
Malware ini teridentifikasi tidak hanya di jaringan perusahaan teknologi yang beroperasi di Israel, tetapi juga pada sistem perbankan di AS serta organisasi nirlaba di Kanada.
Selain itu, ditemukan juga backdoor lain yang dinamakan 'Fakeset' di jaringan bandara dan lembaga non-profit di Amerika, mengindikasikan bahwa operasi MuddyWater bersifat luas.
Ada indikasi upaya pencurian data dari perusahaan perangkat lunak yang berperan dalam sektor pertahanan dan kedirgantaraan, menunjukkan adanya potensi risiko yang signifikan terhadap keamanan nasional.
Upaya pencurian data ini bertujuan untuk mengirim informasi sensitif ke cloud eksternal, meskipun belum ada kejelasan mengenai keberhasilan aksi tersebut.
Dalam seminggu terakhir, terdapat juga peningkatan aktivitas spionase digital di kalangan bisnis dan institusi yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: