Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 13:15 WIB

Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Deteksi Dini Kanker di Indonesia

Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Deteksi Dini Kanker di IndonesiaInovasi Kecerdasan Buatan dalam Deteksi Dini Kanker di Indonesia

Kemutakhiran Artificial Intelligence (AI) telah memasuki sektor medis, memberikan solusi dalam deteksi kanker secara lebih cepat dan akurat.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Di Indonesia, Siloam berkolaborasi dengan AstraZeneca untuk meluncurkan perangkat lunak Qure.ai, yang bertujuan untuk menekan angka kematian akibat kanker.

Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker

Kerjasama antara Siloam dan AstraZeneca merupakan langkah strategis dalam menanggulangi angka kanker di Indonesia, khususnya kanker payudara dan paru-paru.

Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (Globocan), kanker payudara menyumbang lebih dari 22 ribu kematian di Indonesia pada tahun 2020.

Kanker paru-paru juga tercatat sebagai jenis kanker dengan kasus baru terbanyak ketiga di negara ini, yang mendorong kedua perusahaan untuk meningkatkan deteksi dini melalui AI.

Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, menyatakan, "Deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan."

Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Teknologi AI memiliki peran penting dalam proses klasifikasi HER2, yang berfungsi dalam penentuan metode pengobatan kanker payudara.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Klasifikasi ini mencakup kategori HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif, yang masing-masing dapat mempengaruhi pilihan terapi.

Dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Jeffry Beta Tenggara menambahkan, "Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu."

Berdasarkan data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO), akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara tercatat mencapai sekitar 92 persen.

Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru

AI juga digunakan untuk kanker paru-paru, yang umumnya ditandai dengan kehadiran nodul pada jaringan paru.

Diagnosis kanker paru sering memerlukan analisis CT scan untuk mendeteksi nodul tersebut; mengidentifikasinya bisa jadi tantangan karena dapat terhalang oleh struktur lain di sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Deteksi Dini Kanker di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!