Kategori Berita
Jumat, 06 MARET 2026 • 13:20 WIB

Kunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran sebagai Upaya Mediasi Konflik Timur Tengah

Kunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran sebagai Upaya Mediasi Konflik Timur TengahKunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran sebagai Upaya Mediasi Konflik Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan ke Teheran, Iran, bersama dengan pemimpin Pakistan dalam usaha meredakan ketegangan yang berkembang di Timur Tengah.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Informasi mendetail mengenai rencana tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddique, yang mengindikasikan dukungan dan kolaborasi yang kuat antara kedua negara.

Kunjungan Bersama untuk Mediasi

Pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Maret 2026 menjadi momen penting bagi kedua pemimpin untuk mendiskusikan langkah konkret menuju mediasi konflik.

Jimly Asshiddique menyampaikan, "Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran," yang menandakan adanya komitmen antara kedua negara.

Ia juga menerangkan bahwa Presiden Prabowo menerima telepon langsung dari pemimpin Pakistan, yang menegaskan keseriusan kunjungan ini dan menunjukkan potensi kolaborasi dalam menghadapi konflik yang meningkat.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Dugaan Penghasutan Massal yang Memicu Kontroversi

Dukungan untuk Indonesia sebagai Mediator

Jimly menegaskan pentingnya inisiatif ini dalam memperkuat peran Indonesia sebagai mediator di kawasan, apalagi mengingat posisi strategis Indonesia dan Pakistan yang merupakan negara Muslim terbesar.

"Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan," tambahnya.

Meski menghadapi banyak tantangan, seperti kondisi politik yang kompleks di Timur Tengah, Jimly tetap optimis bahwa mediasi ini patut untuk dicoba, meskipun peluang keberhasilannya terbilang kecil.

Respon dari Iran dan Amerika Serikat

Sebagai langkah awal, Indonesia sebelumnya telah mengajukan diri untuk berperan sebagai mediator di saat ketegangan meningkatkan, terutama setelah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa baik Iran maupun Amerika Serikat belum memberikan jawaban definitif terkait tawaran mediasi tersebut.

"Kita tunggu, bagaimana nanti karena mereka mengatakan ya kita lihat dalam beberapa hari, beberapa minggu ke depan ini situasinya," jelas Sugiono, menunjukkan pentingnya peran diplomatik dalam menangani isu global ini.

Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kunjungan Prabowo dan Pemimpin Pakistan ke Teheran sebagai Upaya Mediasi Konflik Timur Tengah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!