Ketegangan Meningkat: Klaim Iran Serang Kapal Induk AS dengan Drone
Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa drone dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln pada 5 Maret 2026.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Namun, Pentagon membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa serangan itu tidak tepat sasaran.
Garda Revolusi Iran sebelumnya mengklaim telah berhasil mengenai kapal induk AS, namun Pentagon menyatakan bahwa 'rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran'.
Pernyataan ini menambah intensitas ketegangan yang telah berlangsung antara kedua negara sejak beberapa waktu lalu.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa Iran siap menghadapi potensi invasi dari AS, dan memperingatkan bahwa akan menjadi 'bencana' bagi musuh jika hal tersebut terjadi.
Dalam wawancaranya dengan NBC News, Araghchi tegas menyampaikan, 'Kami sedang menunggu mereka'.
Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS di Timur Tengah, menjawab laporan tentang serangan drone dengan menegaskan bahwa pihaknya telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran sejak konflik meningkat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta
'Serangan rudal balistik Iran telah menurun 90 persen sejak hari pertama, dan serangan drone telah menurun 83 persen,' ungkap Cooper dalam konferensi pers.
Sejak 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan untuk melemahkan kapasitas militer Iran, meskipun serangan balasan dari Iran masih terus berlanjut.
Ketegangan tersebut menciptakan situasi yang berpotensi membahayakan stabilitas kawasan.
Iran melanjutkan dengan serangan drone dan rudal ke negara-negara lain di kawasan, sehingga meningkatkan ketidakpastian dan ketegangan yang sudah ada.
Serangan dari kedua belah pihak membuat lingkungan semakin rawan terhadap potensi eskalasi lebih lanjut, dengan setiap langkah dikawasi ketat oleh komunitas internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: