Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 21:10 WIB

Spanyol Kirim Fregat untuk Menanggapi Ancaman Militer Iran di Siprus

Spanyol Kirim Fregat untuk Menanggapi Ancaman Militer Iran di SiprusSpanyol Kirim Fregat untuk Menanggapi Ancaman Militer Iran di Siprus

Spanyol mengumumkan pengiriman kapal fregat, Christopher Columbus, ke Siprus untuk memberikan perlindungan terhadap potensi serangan Iran. Keputusan ini diambil setelah adanya ancaman dari Presiden Donald Trump terkait pemutusan perdagangan dengan Madrid.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Kementerian Pertahanan Spanyol menyatakan bahwa fregat ini akan bergabung dengan pasukan militer dari Prancis dan Yunani di kawasan yang berisiko terkena serangan drone Iran.

Pengiriman Fregat sebagai Respon terhadap Ketegangan Regional

Kementerian Pertahanan Spanyol menjelaskan bahwa kehadiran kapal fregat ini akan membantu memberikan pertahanan udara dan dukungan evakuasi civitas di Siprus. Tindakan ini merupakan respon atas meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat.

Dalam insiden terbaru pada 1 Maret, Siprus mengalami serangan drone yang awalnya dihubungkan dengan Iran. Namun, kemudian Kementerian Pertahanan Inggris merevisi pernyataan tersebut, menegaskan bahwa drone tidak berasal dari Iran.

Keputusan Spanyol untuk mengirim fregat juga menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan regional dalam kerjasama internasional menghadapi ancaman militer.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan

Dinamika Ancaman dari Washington

Ancaman Presiden Trump untuk memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol dilatarbelakangi penolakan Madrid atas permintaan akses pangkalan militer untuk serangan terhadap Iran. Trump menyatakan, 'Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berhubungan dengan Spanyol.'

Sikap Spanyol ini mencerminkan posisi hati-hati Madrid dalam menghadapi situasi yang semakin menegangkan, terutama terkait operasi militer yang harus mengikuti hukum internasional dan tujuan kemanusiaan.

Sebelumnya, Spanyol juga mengkritik serangan yang dilakukan oleh AS-Israel terhadap Iran, yang dianggapnya melanggar hukum internasional.

Perubahan Kebijakan Negara-Negara Eropa

Bersamaan dengan Spanyol, Inggris juga menunjukkan perubahan sikap terkait penggunaan pangkalan militernya. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang semula menolak, kemudian memberikan izin bagi Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan Angkatan Udara Kerajaan di Siprus untuk operasi militer.

Setelah izin tersebut, pangkalan Angkatan Udara Kerajaan di Akrotiri mengalami serangan yang menimbulkan 'kerusakan terbatas', mencerminkan ketidakpastian dalam geopolitik Eropa.

Ketegangan yang meningkat di kawasan ini menggambarkan bagaimana ancaman eksternal dapat mempengaruhi keputusan politik dan militer di tingkat internasional, dengan Spanyol dan Inggris sebagai contoh yang krusial.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Spanyol Kirim Fregat untuk Menanggapi Ancaman Militer Iran di Siprus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!