Djokovic Siap Menghadapi Tantangan di Indian Wells Setelah Kesuksesan di Melbourne
Novak Djokovic menunjukkan keyakinan menjelang BNP Paribas Open setelah sukses mencapai final Australian Open, sebuah pencapaian yang menguatkannya dalam menghadapi kompetisi mendatang.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Petenis asal Serbia ini bersiap menghadapi rival muda seperti Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz, berbekal pengalaman berharga yang didapat di Melbourne.
Di ajang Australian Open, Djokovic berhasil melewati tantangan Jannik Sinner, juara bertahan dua kali, dalam pertandingan menegangkan yang berlangsung selama lima set.
Namun, ia harus mengakui kekalahan dari Carlos Alcaraz, petenis nomor satu dunia, di babak final yang mendebarkan.
Djokovic menggambarkan pencapaiannya di Melbourne sebagai 'awal tahun yang luar biasa', terutama setelah dua tahun terakhir tidak mampu meraih final turnamen utama sejak Wimbledon 2024.
Dalam konferensi pers pra-turnamen, ia menyampaikan, 'Saya telah membuktikan kepada diri saya sendiri, dan kepada orang lain, bahwa saya masih bisa bersaing di level tertinggi dan mengalahkan mereka.'
Menjelang partisipasinya di Indian Wells, Djokovic bertekad untuk menyamai rekor gelar terbanyak bersama Roger Federer di turnamen tersebut.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Dengan pengalaman 17 kali berkompetisi di Indian Wells dan lima gelar yang telah diraih, ia mengungkapkan rasa optimisme yang mendalam.
'Saya telah meraih cukup banyak kesuksesan di turnamen ini,' tuturnya sambil membahas catatan baiknya yang menunjukkan indeks menang/kalah 51-11 berdasarkan data ATP.
Djokovic juga mengungkapkan, dia merasa sangat terhubung dengan atmosfer turnamen, menyebutnya 'Surga Tenis' dan mengekspresikan kecintaannya terhadap lokasi serta fasilitas yang tersedia.
Sebagai unggulan ketiga, Djokovic akan memulai turnamennya melawan petenis Polandia Kamil Majchrzak atau Giovanni Mpetshi Perricard.
Dengan total 101 gelar dan mencatat rekor 428 minggu sebagai peringkat nomor satu dunia, semangatnya untuk kembali berkompetisi tetap menyala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: