Ketegangan di Teheran: Serangan AS dan Israel Berlanjut Hingga Hari Keenam
Amerika Serikat dan Israel kembali meluncurkan serangan ke Teheran pada hari keenam konflik yang berkepanjangan. Ledakan besar terdengar di ibu kota Iran, menyebabkan kepanikan di kalangan warga sekitar.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Menurut laporan dari Al Jazeera, warga terbangun akibat suara ledakan dan gemuruh yang terus berulang. Akan tetapi, hingga saat ini, informasi mengenai target serangan tersebut masih belum jelas.
Serangan yang berlangsung intensif sejak tengah malam menambah ketegangan di Teheran. "Warga Iran kembali terbangun pada hari keenam serangan AS dan Israel yang berlanjut," ungkap laporan dari Al Jazeera.
Seorang jurnalis mencatat, "Kami menyaksikan gelombang serangan ini dimulai dan sejam lalu kami mendengarkan ledakan besar dari arah timur ibu kota dan bahkan merasakan gelombang kejutnya di tempat kami berada."
Situasi ini menciptakan rasa cemas di tengah masyarakat yang terbiasa dengan kehampaan informasi di masa konflik.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Serangan tidak hanya terbatas pada Teheran, namun juga menyasar kota-kota berbasis Kurdi seperti Sanandaj, Saqqez, dan Bukan. Menurut laporan, lebih dari 150 kota di Iran terdaftar sebagai lokasi target serangan oleh AS dan Israel.
Panglima Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa mereka akan terus melancarkan serangan balasan terhadap target-target tersebut.
Ketegangan semakin meningkat seiring dengan meluasnya dampak serangan yang dirasakan di berbagai wilayah.
Hingga saat ini, kurangnya kejelasan mengenai target yang dibombardir menambah rasa cemas di antara warga. Ketidakpastian mengenai tujuan dari serangan ini menciptakan suasana yang semakin bergejolak.
Pihak militer Iran terus memberikan informasi terbaru terkait agresi militer ini, dan menyatakan bahwa mereka bersiap untuk melakukan retaliasi dalam waktu dekat.
Kondisi ini menciptakan tantangan tambahan bagi aparat pemerintah dalam menjalankan komunikasi yang transparan di tengah situasi yang mencekam.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: