Menlu Sugiono: Perang di Iran Berpotensi Menyebabkan Ketegangan Global
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa perang yang sedang terjadi di Iran membawa risiko signifikan yang melibatkan banyak negara lainnya.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Ia menegaskan bahwa ketidakstabilan dapat meluas lebih jauh jika situasi tidak dikelola dengan baik.
Dalam pernyataannya di Hotel Fairmont, Jakarta, Sugiono menjelaskan bahwa, "Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara gitu." Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan yang ada saat ini bisa melampaui batas jika tidak ditangani dengan bijak.
Sebagai langkah proaktif, Sugiono menekankan pentingnya semua negara berkomitmen terhadap de-eskalasi. Ia menyatakan, "Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan."
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Sugiono juga menyayangkan hasil negatif dari perundingan yang berlangsung di Jenewa antara Iran dan Amerika Serikat, menjelaskan bahwa, "Kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi." Hal ini menunjukkan dampak langsung dari diplomasi yang tidak berhasil dalam meredakan ketegangan.
Berdasarkan pengamatannya, kegagalan perundingan menciptakan potensi yang lebih besar bagi ketegangan yang dapat berdampak luas. Ia menekankan kembali, "Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain."
Dalam wawancara yang sama, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan keinginan untuk menjadi mediator dalam konflik ini. Ia mengisyaratkan, "keinginan beliau, menawarkan kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya."
Sugiono menutupi pernyataannya dengan harapan agar semua pihak dapat menahan diri untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas. Ia menambahkan, "Intinya adalah bahwa ya, kita berharap agar prinsip-prinsip hukum-hukum internasional, piagam PBB itu tetap dihormati."
Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: