Kategori Berita
Senin, 02 MARET 2026 • 12:56 WIB

Analisis Terbaru: Potensi Badai Matahari sebagai Pemicu Gempa Bumi

Analisis Terbaru: Potensi Badai Matahari sebagai Pemicu Gempa BumiAnalisis Terbaru: Potensi Badai Matahari sebagai Pemicu Gempa Bumi

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Plasma Environmental Science mengklaim bahwa badai Matahari dapat berkontribusi pada terjadinya gempa bumi di Bumi.

Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Penelitian ini menjelaskan bagaimana perubahan di ionosfer dapat memengaruhi kondisi pada zona patahan yang rentan terhadap gesekan geologis.

Pengaruh Ionosfer dan Aktivitas Badai Matahari

Studi ini menyatakan bahwa badai Matahari dapat mengganggu ionosfer, yang merupakan lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel bermuatan listrik. Gangguan ini diperkirakan dapat mempengaruhi stabilitas garis patahan di mana gempa bumi sering kali terjadi.

Para peneliti berargumen bahwa perubahan dalam ionosfer dapat meningkatkan gaya listrik di dalam kerak Bumi. Jika kesimpulan ini dapat dibuktikan, hal ini akan mengubah pandangan ilmiah terkait risiko gempa bumi yang selama ini kurang diperhatikan.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Kritik terhadap Metodologi Penelitian

Meski demikian, tidak semua ilmuwan sependapat dengan hasil studi ini. Beberapa peneliti memperingatkan bahwa model yang digunakan dalam penelitian terlalu disederhanakan, sehingga tidak mencakup kompleksitas geologi yang ada.

Victor Novikov, seorang geofisikawan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menyatakan bahwa hasil observasi yang ada tidak mendukung ide yang diajukan dalam penelitian ini. Ia menyoroti bahwa model yang digunakan tidak mencerminkan resistansi lapisan batuan yang dapat menahan medan listrik.

Investigasi Hubungan Cuaca Antariksa dan Gempa Bumi

Studi ini berupaya menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara aktivitas matahari dan fenomena gempa bumi tertentu. Contohnya, gempa yang terjadi di Semenanjung Noto pada 2024 diduga berkaitan dengan aktivitas letusan matahari yang tinggi pada saat yang bersamaan.

Walaupun banyak ilmuwan skeptis terhadap hubungan ini, mereka mendesak agar penelitian lanjutan dilakukan. Peneliti berpendapat bahwa kemungkinan untuk menemukan hubungan antara cuaca antariksa dan geometri geologi di masa depan tetap ada.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Analisis Terbaru: Potensi Badai Matahari sebagai Pemicu Gempa Bumi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!