Duka Cita Presiden Turki atas Kepergian Ayatollah Khamenei
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan udara oleh AS dan Israel.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan, Erdogan menegaskan simpati Turki terhadap rakyat Iran serta reaksi yang diperlukan untuk meredakan ketegangan.
Erdogan melalui platform X menyatakan, "Saya sedih mengetahui meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai akibat dari serangan yang terjadi kemarin."
Ankara menegaskan dukungannya untuk posisi netral di tengah konflik yang semakin memanas.
Dalam upaya de-eskalasi, Erdogan melakukan komunikasi telepon dengan Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Ia menambahkan, "Kami prihatin dengan serangan yang secara terang-terangan melanggar kedaulatan Iran dan mengancam perdamaian rakyat Iran yang bersaudara."
Iran mengancam akan membalas serangan yang mengakibatkan kematian Khamenei di tengah konflik berkepanjangan dengan Israel.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Sumber laporan mengindikasikan lebih dari 200 jiwa telah hilang sejak serangan dimulai, termasuk pemimpin senior di Iran.
Militer AS mencatat tiga personel mereka tewas, yang menjadi korban pertama mereka dalam konflik ini.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke Israel dan negara-negara Teluk Arab, meningkatkan ketegangan di kawasan.
Situasi ketidakpastian ini memicu reaksi dari berbagai pemimpin internasional yang mendesak perlunya diplomasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Xi Jinping dari China menyatakan penolakan terhadap serangan yang mengakibatkan kematian Khamenei.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: