Kategori Berita
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:47 WIB

Fenomena Pusing Saat Berubah Posisi: Tanda Tekanan Darah Rendah?

Author

Fenomena Pusing Saat Berubah Posisi: Tanda Tekanan Darah Rendah?Fenomena Pusing Saat Berubah Posisi: Tanda Tekanan Darah Rendah?

Pusing yang dialami saat berdiri cepat dapat mengindikasikan tekanan darah yang rendah secara signifikan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai ortostatik hipotensi dan terjadi ketika tubuh tidak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan posisi.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain dehidrasi, masalah kardiovaskular, dan efek samping dari obat-obatan tertentu. Memahami penyebab dan konsekuensi hipotensi ortostatik sangat penting untuk pengelolaan kesehatan yang lebih efektif.

Apa Itu Ortostatik Hipotensi?

Ortostatik hipotensi merupakan kondisi saat tekanan darah turun drastis saat seseorang berpindah dari duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Gejala ini dapat menyebabkan pusing hingga pingsan pada beberapa individu.

Sistem saraf autonomi bertanggung jawab mengatur tekanan darah dengan menjaga aliran darah yang cukup ke otak saat posisi tubuh berubah. Jika sistem ini tidak berfungsi dengan baik, nyeri kepala dan pusing dapat muncul.

Berbagai penyebab ortostatik hipotensi meliputi dehidrasi, gangguan pada sistem saraf, dan beberapa kondisi medis lainnya. Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Faktor Penyebab Pusing Saat Berdiri

Dehidrasi menjadi salah satu faktor utama dalam penurunan volume darah yang meningkatkan risiko ortostatik hipotensi. Mengonsumsi cukup cairan sangat penting untuk mendukung kestabilan tekanan darah.

Obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan obat antihipertensi, dapat berpengaruh pada tekanan darah. Penggunaan obat ini tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan efek samping termasuk pusing.

Kondisi kesehatan yang lain, seperti diabetes dan penyakit jantung, dapat juga mempengaruhi cara tubuh merespons saat terjadi perubahan posisi. Seseorang dengan kondisi tersebut disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli medis jika gejala dialami secara berulang.

Pengelolaan dan Pencegahan

Pengelolaan ortostatik hipotensi dapat dilakukan dengan mengenali gejala dan mengubah posisi tubuh secara perlahan. Hal ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan lebih baik saat perubahan posisi.

Menjaga asupan cairan yang cukup serta menerapkan pola makan yang seimbang juga disarankan. Gaya hidup sehat dapat meningkatkan stabilitas tekanan darah seseorang.

Penderita yang sering mengalami pusing perlu melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab yang mendasari. Penanga yang tepat sesuai diagnosa medis dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Pusing Saat Berubah Posisi: Tanda Tekanan Darah Rendah?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!